Lord VoldaMin vs. The Ring


Author : Chiputris (@chiputris)

Rating : PG 15

Lenght : One Shoot

Genre : Friendship, Comedy, Romance

Cast : Changmin DBSK, Yunho DBSK, Yoona SNSD

Other cast : Seohyun SNSD, Heechul Super Junior

Disclaimer : ff gaje ini jelas punyaku.. kalo ada yang mengakui ya wallahu alam. Hehe ^^v

Note : annyeong author kembali dengan ff pair baru.. adakah yang menunggu?? Hohoho ^o^ ff ini terinspirasi dari fanart changmin koleksi author keke.. dan juga beberapa piku kocak nan aneh yang muncul setelah comeback dbsk ‘before u go’ kemarenan. Sebenernya ff ini udah lama ditulis, tapi author mogok lanjutin hehe dan akhirnya sekarang publish juga. niat awalnya ingin dijadikan komedi.. tapi sepertinya gagal😦

WAJIB RLC!! READ, LIKE, & COMMENT! Yang ngga komen tak sumpahin dapet upil racun (?)

***

 “Changmin-sshi, Yunho-sshi cepat siap-siap, sebentar lagi giliranmu.” ujar salah satu kru yang menemui mereka di ruang ganti.

“Kajja changmin~a..” Yunho menepuk pundak Changmin agar ia segera bersiap-siap.

“Ne hyung, jamsiman yo. Aku kehilangan cincin properti untuk opening ‘Before U Go’ itu.”

“Cepat cari, 10 menit lagi kita tampil.”

“Ne hyung.” dengan segera ia mencari cincin itu—merogoh beberapa kantung  yang ada pada jas dan celananya.

“Ah ini dia.” ujarnya lega ketika ia merasakan benda pipih berlubang yang berada di kantung celanya itu.

Changmin dan Yunho segera melekatkan cincin properti itu sebagai bagian dari perform mereka.

Mereka segera menaiki panggung untuk rekaman comeback mereka dengan lagu teranyar—Before You Go. Riuh suara fans terdengar menyemangati mereka dari bangku penonton. Mereka segera memberi salam.

“Annyeong haseyo uri neun Dong Bang Shin Ki imnida.” sapa mereka berbarengan.

“Harap semuanya terus medukung kami dan terima kasih cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Saranghaeyo.” ujar Yunho sambil membuat bentuk hati ditangannya yang ditunjukkan untuk para fans. Para fanspun berteriak riuh memanggil nama mereka.

Sementara Changmin hanya tersenyum hambar—merasa ada sesuatu yang kurang.

“Hyung apa ada yang terlupakan? Aku merasa ada sesuatu yang aneh.” Changmin merasa ada yang kurang pada detik-detik terakhir mereka akan perform.

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja karna kita comeback.”

“Ah mungkin benar.” gumamnya.

Changmin mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya. Ia merasa sedikit panas disitu, walaupun pendingin ruangan gedung MBC sudah berada di angka 10°C. Nervous mungkin.

Musik pun segera mengalun. Yang pertama adalah lagu intro Before You Go untuk pembukaan—hanya berisi gerakan dance dan juga sedikit adegan drama—membuang cincin yang mereka kenakan tadi.

Cincin yang Changmin kenakan agak susah dilepaskan.

‘Haaiiisssh.. kenapa susah dilepaskan? Membuatku repot saja!’

Akhirnya dengan susah payah ia dapat melepas cincin itu, dan adegan selanjutnya adalah ia harus membuang cincinnya ke udara. Sesuai dengan jalan cerita yang ada.

***

“Hyung apa kau melupakan sesuatu??” perkataan Changmin menghentikan langkah Yunho.

“Ya! Kau mengejekku? Aku memang pelupa, tapi hari ini benar-benar tidak ada yang aku lupakan. Dasar.” Yunho mengerucutkan bibirnya sambil mencibir beberapa kata.

Yunho memang pelupa yang parah. Tapi sepertinya hal ini bukan datang dari dia. “Tapi hyuung aku yakin ada sesuatu yang terlupa..”

“Ya terus saja mengejekku! Hari ini tidak ada yang kulupakan. Sungguh.” Yunho menegaskan. Tapi mimik sang maknae yang terlihat mengingat sesuatu seakan tidak mengamini pernyataannya barusan.

“Ah Jjinja.. Benar-benar tidak ada yang kulupakan.. tas, hp, i-phod, dompet, kacamata, bahkan bon pembayaran makan malam kita kemarin juga masih ada ditasku.” Yunho sibuk mengaduk-aduk isi tas gemblok-nya dan menyebutkan satu-persatu isinya. Bon yang masih ada di tas Yunho bukannya karena ia sengaja menyimpannya, tapi ia memang tipe orang suka menyimpan berbagai sampah dalam tasnya. Bahkan bungkus permen sebulan yang lalu mungkin masih ada dalam tas nya.

“Apa hanya perasaan ku saja?” Changmin bergumam. Tapi cukup bisa di dengar oleh Yunho.

“Sepertinya begitu. Kajja kita harus ke acara selanjutnya.” Yunho mengapit tangan Changmin agar mau menggikuti langkahnya.

“Yunho-sshi.” Seorang kru perusahaan memanggil Yunho saat akan ia melangkahkan kakinya ke dalam mobil.

Yunho pun segera menoleh. “Ne.. Ada apa?”

“Kau bisa ikut aku sebentar?” gerakan ibu jarinya menandakan bahwa ia harus kembali ke dalam gedung MBC. Yunho pun segera mengikuti.

Beberapa saat Yunho kembali.

“Ada masalah hyung?” tanya Changmin saat Yunho masuk kedalam mobil, dibenaknya masih ada sesuatu yang aneh.

“Eobseoyo. Hanya masalah di beberapa editing rekaman kita tadi.” Jawabnya sambil tersenyum manis.

***

Setelah rekaman comeback mereka─Before You Go, mereka harus pindah lokasi selanjutnya untuk sesi pemotretan sebuah majalah.

“Yup. oke selesai.” sang fotografer mengakhiri sesi pemotretan kali ini.

“Gamsahamnida.” ujar Changmin dan Yunho bersamaan kepada seluruh kru pemotretan.

“Aah akhirnya selesai juga..” Changmin meregangkan beberapa sendi tubuhnya. “Hyung aku lapar.”

“Dasar Shikshin, baru juga beberapa menit tadi kau melahap satu kotak penuh ddeokbeokki.”

“Yunho-sshi Changmin-sshi, kemarilah.” sang fotografer memanggil mereka untuk melihat hasil jepretannya tadi.

“Changmin~a ada panggilan masuk.” Changmin menoleh saat Mr. Kim—manajer mereka—memanggilnya. Ia menepuk pundak Yunho—mengisyaratkan tanda ‘Kau—duluan—saja’.

“Ah, Ne hyung.” Changmin segera menghampiri manajernya itu dan segera menjawab telpon yang sedari tadi ia tunggu.

“Jagiya yobuseyo.” wajah Changmin berseri-seri saat mengatakannya.

“Yobuseyo. Sepertinya kau merindukanku.”

“Ah ne. Kenapa baru meneleponku sekarang? Kemana saja kau, huh?” Changmin berbicara dengan nada marah yang dibuat-buat.

“Kekeke.. Aku sengaja. Aku tau hari ini kau sibuk jadi aku tidak mau mengganggumu. Hehehe.. apa kau lapar?”

“Tentu saja. Manajer tidak mengijinkanku makan sedari tadi.” Changmin melirik sang manajer yang tak jauh darinya, sementara sang manajer hanya menatap horror ke arahnya.

Takut terjadi masalah Changmin mengalihkan tatapannya ke arah lain.

“Jagiya kapan aku bisa bertemu dengan mu lagi?? Bogoshipo..” sambungnya lagi masih dengan suara manja yang dibuat-buat. Membuat sang manajer ingin muntah.

“10 detik lagi.”

“MWO?? Bagaimana bisa?”

“Coba kau tengok ke belakang.”

Changmin-pun memutar kepalanya ke arah yang diperintahkan. Dan terlihat sesosok gadis muda cantik yang sedang melambai ke arahnya. Ia pun balas melambai dan berlari kecil ke arahnya.

“Jagiya kau kemana saja??” ujar Changmin sambil memeluk tubuh jangkung-kurus sang kekasih.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Ini di tempat umum pabo!” si gadis melancarkan satu pukulan ke arah Changmin sambil mencak-mencak tidak keruan.

“Ya appoyo..” Changmin mengelus-elus lengan kirinya yang terkena pukulan sang kekasih. Sementara sang kekasih tersenyum puas dan berlalu meninggalkannya.

“Ya! Eodiga?! Gadis itu selalu saja sembarangan.. haiisssh..” sambil gerutuan Changmin mengikuti langkah kekasihnya itu.

“Annyeong haseyo.” sapa gadis itu lembut pada Mr. Kim yang tengah asik dengan i-pad nya.

Mendengar ada yang menyapanya sang manajer menoleh. “Ah ne.. Annyeong haseyo Yoona-sshi.”

“Apa hari ini benar-benar sibuk?”

“Nee.. tapi sepertinya kau bisa mengajak Changmin keluar. Karena sesi pemotretan hari ini sudah selesai.” sang manajer langsung tau kemana arah pembicaraan.

“Oh. Ne. Gamsahamnida Kim-sshi. Aku ingin mengajak Changmin makan di luar sepertinya.” Ujar Yoona sambil tersenyum malu.

“Hahaha.. tidak usah sungkan Yoona-sshi. Aku malah senang kau mengajaknya makan. Karna rasanya aku bisa makan lebih malam ini. Hahahaha ha.ha.ha..ha.” tawa renyah sang manajer terhenti seketika, ketika melihat Changmin yang menatap sadis ke arahnya.

***

“Kau mau pesan apa?” tanya Yoona begitu sampai di Restoran yang ia tuju.

Tanpa melihat daftar menu, Changmin langsung menyebutkan sejumlah menu yang telah hatam dalam otaknya.

“Aiigooo makanmu itu banyak sekali.. ckckck.” Yoona menggeleng-gelengkan kepala sambil menatap kekasihnya yang sedang asik mengutak-atik handphone-nya.

Tiba-tiba Yoona menatap tajam kearah Handphone Changmin.

“Mwo?” tanya Changmin yang heran dengan tingkah laku kekasihnya itu.

“Kau kemanakan benda itu?”

“Benda? Benda apa?”

“Cincin. Cincin pertunangan kita.. jangan bilang kau..” rupanya ia menatap jari manis Changmin yang terlihat tidak mengenakan cincin ikatannya itu.

“Oh itu, tenang jagi tadi aku taruh itu di.. Lho mana?” ucapan santainya berubah seketika, saat ia tak menemukan benda pipih berlubang yang ia simpan di saku celananya tadi. Ia terus merogoh semua kantung yang berada di baju dan celananya.

Ia kembali mengingat ingat saat terakhir ia meletakkan cincin itu.

‘Aku rasa, aku telah memindahkan cincin itu ke kantung celana ini. Aku bahkan belum mengganti celana ku setelah tampil dan pemotretan tadi. Sebelum tampil tadi aku masih bisa merasakannya ada dikantung celana ini, dan setelah itu..’ dalam benaknya Changmin terus mem-flashback kejadian yang seharian ia lakukan.

‘Dan setelah itu.. aku..’

Ia menepuk jidatnya sendiri dengan cukup keras. “Haissh mati aku.” ujarnya pelan agar tak terdengar kekasihnya yang mulai menatapnya sadis.

“Bisa tolong kau jelaskan kemana perginya cincin itu Changmin-sshi?” tanyanya santai sambil melipat tangannya di depan dada dan menatap Changmin. Ujung high heelsnya ia hentak-hentakan keras ke lantai sambil menunggu jawaban yang keluar dari mulut Changmin. Hak sepatu Yoona yang dihentak-hentakan itu seperti pisau dapur yang sedang diasah untuk siap menembus kepala Changmin yang bebal itu.

Changmin meneguk pahit air liurnya sendiri—membayangkan reaksi yang ia terima setelah ia menceritakan kejadian yang sebenarnya pada kekasihnya itu.

Ia mulai mencari alasan yang tepat di otaknya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Mungkin dengan begitu ada sedikit ide yang ia akan dapatkan. “Eh itu.. ngg─aku─emm..” setelah mendapat tatapan maut sang kekasih, perlahan Changmin mau membuka mulutnya lebih lebar.

“Ehmm.. sepertinya cincin ku tertukar dengan cincin properti saat aku di stage tadi. Lalu pada saat adegan membuang cincin, aku membuangnya seperti yang tertera di skenario dan cincin itu hilang. Hehehe..” tawanya garing.

Refleks, Yoona bangkit dari tempat duduknya, sampai-sampai terdengar bunyi deritan ngilu akibat gesekan antara kaki kursi dengan lantai . “MWO?! HAISSHH paboga! Aku tidak mau tau, cincin itu harus kau temukan! Kalau tidak, jangan harap aku mau menerima mu sebagai tunanganku lagi! HHUH!” Yoona mengambil tas tentengnya dan buru-buru meninggalkan restoran itu. Sementara beberapa pasang mata yang ada di situ menatap aneh ke arah mereka.

“Jagiya.. jagii eodigaseyo?? Jagiii..” Changmin terus-terusan memanggil kekasihnya itu. Tapi tak sedikitpun ia menoleh.

“HAISSSH.. kenapa jadi seperti ini??!!” Changmin menjambak rambutnya frustasi, lalu mendudukkan lemas bokongnya di kursinya. Selera makannya yang besar rasanya sudah hilang dengan kejadian ini.

Firasatnya yang tak enak sedari tadi rupanya ini? ..dan ternyata adalah kebodohannya sendiri.

***

Dengan secepat kilat ia melajukan mobil audi hitamnya itu menuju gedung MBC. Mencari keberadaan cincin pembawa masalah itu.

Changmin bukan tidak menyukai cincin pertunangannya itu. Tapi nyatanya cincin itu selalu saja membawa masalah untuknya.

Pertama cincin yang dibelikan oleh eommanya itu tak muat di jari tangannya. Itu sebabnya ia jarang memakai cincin itu.

Dan yang kedua, kenapa ia dengan bodohnya menyangka kalau itu adalah cincin properti? Dan sekarang cincin itu lenyap. Oke itu bukan salah sang cincin. Tapi secara harfiah, cincin itulah penyebab kekasihnya menjadi sangat murka.

***

Sesampainya gedung MBC ia meminta izin kepada para kru yang ada untuk mencari ke dalam ruang rekaman tadi.

Ia menghidupkan lampu studio. “Ah sial setting tempatnya sudah berubah!” ia berdecah sambil menolakkan pinggangnya. Ia mengamati tempat rekaman comebacknya tadi. Setting tempatnya sudah berubah sama sekali. Ya, memangnya tempat ini hanya dipakai untuk rekaman kelompoknya saja? Tidak kan?

Sekelibat ia mendengar beberapa kru yang masih berlalu-lalang di belakangnya. Ia buru-buru menghampiri mereka untuk bertanya. Mungkin akan membantu.

“Annyeong haseyo..”

“Ah ne annyeong haseyo, Changmin-sshi? Ada urusan apa menjelang tengah malam kau masih ada disini, huh?” kedua orang kru itu menjawab dengan tatapan bingung.

Changmin menggaruk tengkuknya yang tak gatal—mencari alasan yang logis barangkali. “Ah, aku mencari cincinku yang hilang ketika rekaman tadi.” ia berusaha senyum sewajar mungkin—menutupi rasa grogi bercampur panik dalam dirinya.

“Ah cincin ya? Aku tidak melihat cincin terjatuh dari tadi. Bagaimana denganmu?” jawab yang satunya, sambil melontarkan pertanya ke teman di sebelahnya.

Yang satunya terlihat berpikir sejenak. Changmin terus memperhatikan ekspresi wajahnya, barangkali nanti ada kabar yang melegakannya. “Ah maaf Changmin-sshi sepertinya aku juga tidak melihat satu pun cincin yang jatuh.”

“Ah begitu ya? Gamsahamnida hyuung.. maaf telah merepotkan.” Changmin membungkuk dalam pada keduanya.

“Ah tak usah seperti itu. Maaf ya kami tidak bisa membantu. Kalau begitu kami duluan. Annyeong haseyo Changmin-sshi.” Kedua kru itu meninggalkannya.

“Apa tidak apa-apa seperti ini?”

“Ah mau bagaimana lagi memang?”

Samar-samar Changmin masih dapat mendengar percakapan kedua kru itu beberapa saat setelah melenggang pergi.

‘Ah mereka baik sekali sampai-sampai tidak enak karena tidak ikut membantuku.’ kemudian ia kembali mencari lagi cincin yang membuatnya sial hari itu.

Satu jam sudah ia berada di ruang itu, tapi tak kunjung menemukan benda yang dicarinya.

“Changmin-sshi gedung ini akan ditutup. Maaf, tapi kau harus segera pergi dari sini.” salah satu kru meneriakinya dari pintu masuk studio.

Changmin yang sedang merangkak di lantai untuk mencari cincinnya, langsung menoleh. Ia berdiri dan merapihkan pakaiannya sedikit. “Ah iya hyuung, terima kasih banyak telah merepotkan.”

***

Akhirnya ia sama sekali tak menemukan cincinnya disana. Rasa laparnya sudah tak terasa, minatnya untuk pulang ke dorm pun hampir lenyap. Alhasil, ia hanya keliling kota tak jelas dengan audi hitamnya itu.

Ia memarkirkan mobilnya asal dipinggir jalan. Tak tau kenapa, ia ingin berjalan kaki saja untuk menumpahkan kekesalannya hari ini. Langkahnya pun entah kemana ia arahkan.

“Aargh jjinja! Benar-benar membuatku repot cincin sial itu!” gerutunya sambil menendang sekaleng soft drink yang berada di jalan.

“AWW! Ya! Apa kau yang melempar kaleng soft drink itu?”

Seorang pria kurus, terlihat berteriak ke arah Changmin. Ternyata kaleng yang tadi ia tendang mengenai kepala seseorang yang berada di kedai makanan yang tak jauh darinya.

“Aku?” ia menunjuk dirinya sendiri.

“Iya kau! Siapa lagi kau pikir, hhuh?!” wajah orang itu benar-benar terlihat marah.

“Memang aku. Kau mau apa, KURUS?!” tantangnya dengan wajah sok. Ia pikir, mungkin perkelahiannya dengan orang kurus ini akan bisa menjadi pelampiasan kesalnya hari ini. Dan lagi tubuh kurusnya tak akan memakan banyak tenaga jika dilawan.

Kemarahan orang kurus tersebut bertambah saat Changmin mengatainya KURUS.

Di sudut lain, Changmin sudah menggulung baju lengan panjangnya untuk aksinya yang selanjutnya.

Pria kurus itu menyiulkan siulan nyaring. Lalu seketika segerombol orang bertubuh tambun sudah berada di dekatnya.

“Ya, kau di apakan olehnya?” seorang lelaki bertubuh besar denga tatoo nya disana-sini berbicara pada si pria kurus.

Si pria kurus tadi membisikkan sesuatu ketelinganya. Setelahmendengar penjelasan dari si kurus, si pria berbadan kekar ini mengepalkan tangan kanannya dan meninjunya ke telapak tangan kirinya dengan sadis.

Changmin meneguk pahit air liurnya sendiri. Melihatnya, nyali Changmin yang tadinya sekuat baja, sekarang menjadi selembek tahu. Bisa jadi apa dia ditangan pria-pria tambun itu? Dengan segenap kekuatan terakhir yang ia miliki, ia mulai mengambil langkah seribu.

“YA! JANGAN LARI KAU!” segerombol pria tambun itu mulai mengejarnya.

Changmin terus berlari menuju mobil audi hitamnya yang terparkir 500 meter dari tempat kejadian.

Untung ia sampai tepat pada waktunya. Dengan segera ia menyalakan mobilnya dan melaju secepat yang mobilnya bisa.

***

“Haiiissshh! Kenapa aku terus-terusan sial hari ini?!” ia terus saja memukul-mukul stir mobilnya sambil tetap melaju dengan kecepatan diatas normal.

Ada suara bising yang mengganggu telinganya. Sepertinya dari arah belakang mobilnya. Kemudian ia berinisiatif untuk melihat sumbernya melalui kaca spion mobilnya.

“Mobil polisi?” rupanya suara bising tadi berasal dari sirine mobil polisi yang berada dibelakangnya.

“Kepada mobil audi hitam ber-plat xxxx harap berhenti. Kami ulangi, kepada mobil audi hitam ber-plat xxxx harap memberhentikan kendaraan anda..”

“Itu kan plat mobil.. Aarrgggh! Sial!” suara speaker dari mobil polisi tadi, sepertinya benar-benar ditunjukkan untuknya.

***

“Changmin~a?”

Changmin mengangkat kepalanya enggan untuk menatap orang yang mengajak bicaranya itu. “Ah yunho hyung..”

“Kemana saja kau? ..dan kenapa keadaan mu kacau sekali?” Yunho mengarahkan tatapannya pada seluruh bagian tubuh Changmin—atas kebawah, bawah ke atas. “kau kesini naik apa?” Yunho paham betul keadaan Changmin yang tak lebih dari pedagang jajanan pinggiran ini, tak menyiratkan bahwa sebelumnya ia mengendarai mobil mewahnya yang nyaman nan-empuk itu untuk sampai kesini.

“Mobil ku tadi kena tilang polisi karena aku mengemudikannya sampai 100km/jam lebih.” ucapnya enteng.

“Hhuh?! Kau ini bercanda??”

“Sudahlah hyung, ceritanya panjang. Apa aku sudah sampai dorm?” dengan tampang lusuhnya, Changmin memperhatikan keadaan sekitarnya yang sepertinya sangat familiar di ingatannya.

“Tentu saja. Ini pintu dorm kita.” Yunho menunjukkan jarinya pada pintu dibelakangnya.

“Yasudah. Aku pergi keluar sebentar.”

“Kau mau kemana hyung?”

“Membeli beberapa makanan ringan.”

“Hyung belikan aku 5 bungkus besar ddeokbeoki. Aku lapar.”

“Haiiish dasar shikshin! Kau ini selalu saja merepotkan!” Yunho berlalu meninggalkan Changmin sembari terus mengumpat beberapa kata untuk sang magnae. “Perasaan dulu saat pertama kali bertemu, wajahnya seperti malaikat. Tapi kenapa sekarang aku ingin sekali membunuhnya?!”

Sementara itu Changmin sibuk dengan berbagai macam cara membuka pintu dormnya sendiri.

“Haiish.. kenapa pintu ini sulit sekali di buka! Sial sekali aku hari ini!” ia terus saja menarik knop pintu kearahnya.

“Aarggh siaal!” ia terduduk lemas di depan pintu dorm. Tenaganya sudah habis untuk kesialannya hari ini. Sementara tangannya mengelus perut malangnya yang belum terisi sejak siang tadi.

Ia menyandarkan tubuhnya pada pintu dorm dan..

BBUUK

Tubuhnya terjungkal kebelakang karena pintu yang tiba-tiba terbuka.

“Ah sial! Kenapa juga aku harus lupa kalau pintu ini seharusnya didorong bukan ditarik!” ia mengelus punggungnya yang terpental bebas kelantai barusan dan segera bangkit dari posisi bodohnya itu, serta merta segera masuk kedalam dormnya untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.

“Yoong?!” pekiknya ketika melihat gadis semampai yang mengawali kesialannya hari ini sedang duduk santai di sofa ruang TV dormnya. Wajahnya penuh dengan colekan tepung disana-sini.

“Heechul hyung?! Seohyun juga??” bertambah lagi keheranannya setelah melihat 2 orang yang sedang asik cekakak-cekikik di dormnya itu. Sama seperti gadis semampai tadi, wajah kedua orang ini juga penuh colekan tepung disana-sini.

“Oppa?!” Yoona memekik kegirangan setelah mengetahui kekasihnya itu datang dan langsung menghambur kearahnya. “kau dari mana saja, huh?”

“Hey Changmin~a darimana saja kau, huh?”

“Oppa annyeong.”

“Ah hyung, hyun~a, annyeong.” jawabnya ala kadarnya dengan senyuman yang hampir kadalurasa pula.

“Kau.. wajahmu kenapa?” Changmin memperhatikan wajah Yoona yang penuh dengan garis putih tebal.

“Ah, aku sedang bermain uno dengan yunho oppa, heechul oppa dan Seohyun. Aku kalah bermain 3kali, makanya wajahku penuh dengan tepung ini.” wajahnya cemberut sembari tangannya membersihkan sisa-sisa tepung yang menempel diwajah mulusnya. “ah iya, tadi Yunho oppa sedang keluar untuk membeli makanan..”

“Ya, tadi aku berpapasan dengannya. Lalu kenapa malam-malam begini kau bisa disini?”

“Tadi yunho oppa meneleponku untuk mencari mu, karena ia merasa kesepian ditinggal olehmu sedari siang. Lalu ia mengundangku, heechul oppa, dan Seohyun untuk main ke dorm mu. Memangnya kau kemana saja, huh?!”

Changmin memperhatikan mimik Yoona yang tidak menampakkan amarah sama sekali saat ini. Berbeda dengan aura iblisnya tadi siang, ketika tahu cincin pertunangan mereka hilang karena kebodohannya.

“..kau tidak marah?”

“Marah? Marah untuk apa?” Yoona kekasihnya ini memang tipe orang yang cepat melupakan masalah. Tapi, ini kan cincin pertunangannya yang hilang. Masa ia bisa melupakannya secepat itu? Padahal Changmin sudah memperkirakan, sekiranya ia akan menjadi kambing conge selama lebih dari 2 minggu—Yoona akan mendiamkannya, tak membalas sms yang dikirim olehnya, pantang mengangkat telpon darinya, bahkan untuk bertemu dengannya seperti sebuah pantangan yang sangat haram bagi gadis kurus itu—karena kelakuan bodoh Changmin yang fatal itu. Tapi, sekarang apa? Wajahnya terlihat seperti orang yang baru mendapat hidayah. Tak ada sedikitpun amarah yang terpancar dari wajah ayu-nya. Benar-benar tak habis fikir ada orang yang seperti dia.

“Oppa kau terlihat berantakan sekali.” Yoona membereskan penampilan kumuh Changmin—merapihkan kerahnya, kancingan kemejanya, rambutnya, dll.

“Yoong, kau benar-benar tidak marah?” Changmin menangkap tangan Yoona yang sedang asik membenahinya dan menggenggamnya erat.

“Huh? Marah untuk apa aku bingung..” Yoona hanya mengerjap-ngerjapkan matanya yang sedang ditatap oleh Changmin sekarang.

“Ya! Kalian berdua mau di depan pintu saja, huh? Cepatlah kemari dan temani kami bermain! Lalu berhentilah bermesraan seperti itu! Bisa-bisa aku mati kalau terlalu lama menyaksikan adegan opera sabun kalian itu! Haiisssh..” Heechul berteriak menyindir dari ruang TV saat menyaksikan roman picisan yang seperti disinetron itu.

“Oppa..” Yoona membulatkan matanya pada Heechul dan dibalas dengan juluran lidahnya. Sementara Changmin hanya membalas dengan lirikan iblis dari sudut matanya.

“Ah i-iya lakukanlah apa yang kalian suka. Aku tak akan mengganggu kalian lagi.” Heechul menyerah dengan lirikan iblis yang dipancarkan Changmin barusan. “Ciih.. benar kata Yunho. Aku juga ingin sekali membunuhnya..” umpatnya pelan.

“Soal cincin itu..”

“Hn?”

“Ah sial dompetku ketinggalan!” Yunho tiba-tiba muncul dari balik pintu. Membuyarkan lontaran pengakuan dosa yang akan diucapkan oleh Changmin.

“Oppa? Kenapa balik lagi?” tanya Yoona.

“Ah iya dompetku ketinggalan. Kenapa kalian masih saja berada disini?” tanya Yunho heran melihat pasangan yang hobinya nongkrong di ambang pintu seperti itu. “minggir! Aku mau lewat.” perintahnya pada dua manusia yang menghalangi jalannya itu. kedua manusia itu akhirnya menyingkir dengan beberapa cibiran yang keluar dari bibir masing-masing.

“Yoong aku.. aku tidak bisa menemukan cincin itu..” Changmin menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya takut. Bersiap menerima bermacam konsekuensi yang akan diterimanya. Minimal digetok dengan ujung high heels-nya yang runcing, maksimal.. rumah sakit bisa jadi.

“Cincin ini yang kau maksud?”

“Huh?” Changmin segera membuka matanya dan melihat apa yang dimaksud kekasihnya itu. “ITGE MWOYA?!!!” pekiknya beberapa oktaf lebih tinggi dibanding ketika ia menyanyi. Cincin sumber sialnya yang sedari siang ia cari kemana-mana, sampai-sampai ia melupakan makan siang presticious-nya, lalu mobilnya yang harus menginap di kantor polisi gara-gara kena tilang dan akhirnya ia harus pulang kerumah dengan bus yang berakhir dengan cakaran-cakaran histeris para fans yang mengenalinya, sekarang cincin itu berada dengan indahnya dalam telapak tangan kekasihnya itu??! What the..

“Ya! Suaramu itu membuat sumbatan ditelingaku pabo!” sebuah jitakan mantap mendarat tepat diubun-ubun Changmin yang sekarang berdenyut hebat.

“Bisa kau jelaskan darimana kau mendapatkan kembali cincin itu?” Changmin berusaha menahan aura membunuh disamping ubun-ubunnya yang masih berdenyut hebat karena jitakan sang kekasih barusan.

“Dari Yunho oppa.”

“Mwo?! Apa yang..”

“Hey kalian masih saja disitu. Minggir aku mau lewat.” Yunho memotong perkataan Changmin sambil menyelak diantara mereka berdua untuk dapat menuju pintu keluar yang terhalang oleh mereka.

“Hyung, bisa kau jelaskan darimana kau mendapat cincin ini? .. dan kenapa kau tidak memberitahuku kalau cincin itu ada ditanganmu, huh?” Changmin menunjuk cincin yang berada ditelapak Yoona itu dengan tubuh yang bergetar hebat menahan aura setannya.

“Oh itu. Tadi crew MBC yang memberikannya padaku sewaktu kau kutinggal di mobil tadi siang..

—Flash Back—
“Yunho-sshi.” Seorang kru perusahaan memanggil Yunho saat akan ia melangkahkan kakinya ke dalam mobil.

Yunho pun segera menoleh. “Ne.. Ada apa?”

“Kau bisa ikut aku sebentar?” gerakan ibu jarinya menandakan bahwa ia harus kembali ke dalam gedung MBC. Yunho pun segera mengikuti.

“Yunho-sshi, aku menemukan cincin ini distudio tadi. Aku pikir ini punya grupmu.” sang crew menunjukkan benda pipih berlubang yang terasa familiar di ingatan Yunho yang payah itu.

“Cincin?” Yunho memperhatikan dengan seksama cincin itu. “Ah iya benar! Ini milik kami. Terima kasih telah menemukannya untuk kami. Annyeonghi gaseyo.”

“Ne. Annyeonghi gaseyo.” Yunho pun segera melangkah kembali ke mobil grupnya.

“Ah iya..” Yunho menghentikan langkahnya dan berbalik. “tentang ini tolong jangan diberitahukan pada Changmin ya. Aku.. cincin ini sebenarnya adalah hadiah untuknya. Aku takut kalau nanti jadi tisak surprise.” ucapnya pada crew itu dengan senyum seramah mungkin.

“Oh iya tentu saja.”

“Gamsahamnida.” Yunho membungkukkan badannya dan berlalu menuju parkiran mobil grupnya.

“Ada masalah hyung?” Tanya Changmin saat Yunho masuk kedalam mobil, karna dibenaknya masih ada sesuatu yang aneh.

“Eobseoyo. Hanya masalah di beberapa editing rekaman kita tadi.” Jawabnya sambil tersenyum manis. ‘ha.ha.ha.ha akhirnya aku berhasil mengerjaimu Changmin~a! Inilah pembalasanku dasar anak setan!’
—Flash Back End—

“Jadi kau mempermainkan ku hyung?”

“Hahahahaha akhirnya aku berhasil mengerjaimu hahahahaha ha ha ha.. ha.. ha.” tawa renyah Yunho terhenti seketika. Ia meneguk pahit air liurnya sendiri ketika melihat ekspresi  Changmin yang berubah seperti gembong pemutilasi kelas kakap itu.

“Yoo-yoona. Aku ra-rasa k-k-kau harus membeli s-sendiri camilan u-untuk k-k-kita. Gyaaaa!” dengan secepat kilat, Yunho pun mengambil langkah seribunya.

“YA! Kau mau kemana hyuung?!!!”

—FIN—

Extra Story : Potongan adegan yang tidak dihadirkan dalam cerita.

“Ah maaf Changmin-sshi sepertinya aku juga tidak melihat satu pun cincin yang jatuh.”

“Ah begitu ya? Gamsahamnida hyuung.. maaf telah merepotkan.” Changmin membungkuk dalam pada keduanya.

“Ah tak usah seperti itu. Maaf ya kami tidak bisa membantu. Kalau begitu kami duluan. Annyeong haseyo Changmin-sshi.” Kedua kru itu meninggalkannya.

“Apa tidak apa-apa seperti ini?”

“Ah mau bagaimana lagi memang? Tadi kan Yunho-sshi sudah berpesan kalau Changmin-sshi mencari cincin itu, kita jangan sampai memberitahunya. Kau mau cincin hadiah itu jadi tidak surprise, huh?”

“Ah iya kau benar juga.”

Samar-samar Changmin masih dapat mendengar percakapan kedua kru itu beberapa saat setelah melenggang pergi.

‘Ah mereka baik sekali sampai-sampai tidak enak karena tidak ikut membantuku.’ kemudian ia kembali mencari lagi cincin yang membuatnya sial hari itu.

***

Puhahahaha akhirnya kau dapat balasan Changmin~a!! *dimutilasi Changmin

Nah bagaimana one shoot gaje ku readers??
sepertinya tidak ada komedinya sama sekali *nangis dipelukan Yunho

dan mengenai gambar openingnya.. acchh. gatooot!!

Komeen yaaa!!

btw ada yang mau request ff pair lain lagi??

20 thoughts on “Lord VoldaMin vs. The Ring

  1. hahaah aq kirain cerita fantasy gitu covernya aja agak nyeremin eh ternyata komedi romance,benar-bener sial hidup changmin gara-gara thu cincin hampir dikeroyokand mobil masuk kantor polisi.
    ada-ada aja perfom kok cincin dibuang-buat buat aq aja oppa. aku baru tahu kalau changmin oppa makannya banyak…..
    eh ado ff nc ya,gimana thu dapetin pwnya?

    • hahaha iya tuh gara-gara aku nemu fanart dari blog orang, trus pas comeback dbsk kemaren, ada kejadian Changmin susah buka cincin pas lagu opening. langsung dah terencana membuat ff gaje ini hehehe😀😀😀😀

      yallooh changmin sama sooyoung itu 11 12 cinguu *digaplok Changmin + sooyoung

      liat postingan hello reader aja, ada petunjuknya kok disitu🙂

  2. jah dasar dapet aja lg itu fotonya bagus kok, tp kalo ga ada yadongnya ga seru (?)
    bang changmin, yadong ama gue yu (?) wk😄 XP

    • itu gue dapetnya yang foto lord voldamin doang. trus gue combine dengan foto cincin, vs the ring + foto yoona.. wkwkwk ngaco banget yak gue??
      astajiiimm.. nyebut pt. ckckck

  3. aaaaaahhhhh,,, yunho nakaallllll~~~~~
    ksian changmin, d kerjain abis”an hahaahahaa

    makany minnn,,, jgn makan mulu wkwkwkwkw *apa hubungan ny??*

  4. Lumayan lucu kok chingu. Yah lucu aja liat changmin jatuh tertimpa tangga begitu😆 uda bagus ga diputusin yoong. Boleh juga ni changmin-yoong.
    Request? Aku mau! Aku mau! Aku mau sifany🙄

    • iya tuh. biasanya kan dia yang iseng. eh sekarang diisengin ama yunhoku. hahaha rasakan kau changminnah! *kenasinarlasermatachangmin
      sifanny?? hm boleh juga. slah satu pair yang lumayan kusuka tuh.. akan kuusahakan yah😀

  5. Anyeong.. Nw reader. Blom smpt klling blog jdi bru bca yg ini aja.. Bingung mo comment apa.. Yg jelas cman mo ksih saran 2 changmin. Cpat2 mandi air kembang 7 rpa biar sial’a ilang.. Kekeke.. Kelling lgi aaa… Byubye

  6. Yoona changmin? jarang ketemu pair ini hhihi^^
    shikshin couple boleh tuh dijadiin panggilan mereka.. wakaakk~
    si changmin kesian amat yah^^ perlu mantra buat ngusir(?) kesialannya…
    hhihi^^ #apadeh-_-”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s