Remember Me (Part. 4)


Seo Joohyun/Cho Kyuhyun/Jung Yonghwa & The others cast. | Romance & Friendship | PG-15.

Original by AdillaSB:

WARNING: YANG BACA WAJIB KOMEN YA. SEBAGAI WUJUD APRESIASI TERHADAP FF INI.

Part.4 : “…Apa kau benar-benar tidak mengingatku?”

“Naiklah kesepedaku,aku akan mengantarmu pulang” sapa seorang gadis dengan Hiasan bergambar anime “keroro’ yang bertengger dikuncir kudanya. Gadis itu memberi tawaran sambil terus mengayuh sepedanya, ia berusaha mengimbangi langkah kaki bocah laki-laki yang berjalan disisinya.

“Tidak terima kasih”jawab bocah itu singkat.

“Mana sepedahmu?tumben sekali jalan kaki ya?”

“Bukan urusanmu.”

“Padahal kemarin aku melihatmu jatuh dilapangan,apa kakimu terluka?” tanya gadis itu, melongok memperhatikan bagian kaki laki-laki itu seolah mencari sesuatu.

“Kenapa sih kau selalu menggangguku?Kau tidak usah memperdulikanku,urus saja dirimu sendiri”

Gadis yang sedari tadi berusaha terlihat riang menarik kembali senyumnya,perkataan itu terus bergema dipikirannya.“ Kau tidak bisa mempercepat langkahmu kalau kakimu sakit seperti itu. Cepatlah naik, hari sudah mulai senja.” gadis itu kembali memberi tawaran, kali ini dengan volume rendah. Ia tidak ingin merusak suasana lagi.

“Dengar, aku sama sekali tidak berminat berhubungan ataupun berteman denganmu. Bahkan aku tidak mengenalmu… jadi jangan ganggu aku,pergilah”

“Tapi a—“

“Pergilah!” Bentaknya, membuat gadis itu berhenti mengayuh dan terdiam memperhatikan punggung bocah itu yang semakin jauh.

Seohyun membuka matanya, kemudian menyeka titik-titik keringat yang melewati pelipisnya.

“Mimpi itu lagi, menyebalkan…”gerutunya, membenamkan wajahnya pada bantal yang melindungi kepala belakangnya saat tidur tadi.

Seohyun mengangkat wajahnya dan berusaha menegakan kakinya yang masih lemas, tampak samar ia menangkap sesuatu tulisan yang menghiasi kalendernya. Angka 21 itu jelas dilingkari tinta merah. Karena penglihatannya masih kacau sehabis bangun tadi, ia mendekat memastikan apa Note yang tertulis dibawah angka 21 yang memang tepat jatuh pada hari ini.

“Ujian Lisan Bahasa Inggris” Seohyun membaca tulisan kecil itu, dan kemudian segera berlari menuju pintu disudut kamarnya.

“Sial aku terlambat!”

**

Seohyun menyatukan seluruh rambutnya kemudian menguncirkannya keatas sambil berlari. “Paboya kau Seohyun ceroboh sekali”gerutu Seohyun sambil menepuk nepuk kemejanya yang sedikit basah karena cipratan dari mobil yang melindas genangan air didepan gerbang kampusnya tadi. Sesekali diperhatikannya kedua jarum pada jam tangannya yang seakan berlomba berputar dengan cepat.

“Kalau lamban seperti ini aku akan benar-benar terlambat” ia berusaha menyemangati dirinya sendiri, dengan menambah kecepatan berlarinya menaiki anak tangga.Ruang yang akan dituju Seohyun terletak dilantai empat yang merupakan lantai teratas gedung tersebut, memang tidak terlalu jauh tapi disaat-saat terburu-buru seperti ini dan tanpa ada alat bantu seperti Escalator atau Lift untuk naik, berlari adalah satu-satunya alternative. Namun hal itu pastilah cukup ‘Berat’.

Tiba-tiba waktu berjalan seakan melambat ketika kaki Seohyun tergelincir pada salah satu anak tangga yang terletak paling akhir menuju lantai atas ruang kelasnya. Tubuh mungilnya melayang bersiap turun menyentuh anak-anak tangga dibawahnya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaah” raung Seohyun ketika tubuhnya menghantam tembok, sesorang mendorongnya. Tubuh yang tadinya akan meluncur jatuh kini tersandar disisi tembok—masih pada lantai yang sama. Tubuh lain terjatuh dengan posisi tertelungkup menuruni tangga, dagunya membentur keras ujung anak tangga sehingga terdengar bunyi hantaman yang lumayan keras. Darah menetes dari dagu pria itu, membentuk titik titik jalan menuruni tangga tersebut. Pria itu mulai membangkitkan tubuhnya perlahan, sebelah tangannya menopang dagunya yang kini berlumuran darah. Tangan lain diacungkan keatas, dengan telunjuk dan ibu jarinya melingkar membentuk huruf O sementara ketiga jari sisanya berdiri tegak mengisyaratkan tanda “Oke”.

Pria itu membentuk sudut disalah satu ujung bibirnya, berusaha melayangkan senyum pada Seohyun yang tersentak kaget melihatnya. Tapi senyum itu terlihat berbeda, jelas memperlihatkan rasa sakit yang hendak ia sembunyikan. Kedua pria lain yang memang sedari tadi bersama si “Hero” menghampirinya dan berusaha membantunya bangkit.

“Kyuhyun-ssi?” Seohyun tersenyum, dengan mata yang sudah basah. Seohyun menghampiri Kyuhyun yang kini sudah berdiri namun masih dengan tangan yang memegangi dagunya yang tak henti mengeluarkan cairan merah kental itu. Pipi dan lengannya kini dihiasi goresan kecil dan beberapa luka lebam.

“Kalau terjadi ssesuatu denganmu…” Seohyun membiarkan poni panjangnya menutupi wajahnya yang tertunduk, isak tangisnya semakin menjadi jadi ketika darah menetes di tangannya dan seketika mulai mengotori separuh kemeja yang menutupi lengannya.

“Kau mengkhawatirkanku?”ejeknya, tersenyum menang.

“Jangan pernah  lakukan itu, kau hanya merepotkanku!” bentak Seohyun bangkit dari duduknya.Tiba-tiba wajah sinis itu kembali muncul dibalik tangisannya. Seohyun berusaha menegakan kepalanya.

“Seohyun-ah, Kyuhyun menolongmu dengan membiarkan tubuhnya terluka. Kenapa kau berkata seperti itu?”saut Sungmin berusaha membela sahabatnya.

“Dengan cara seperti itu?itu hanya mencelakakan dirimu sendiri,bodoh!” Seohyun kembali membentak walau nada suaranya terdengar parau karena beradu dengan isakan tangisnya. “Aku membencimu jadi jangan pernah berusaha menolongku lagi” Seohyun menyeka air matanya walaupun tubuhnya masih bergetar menahan tangis.

Diapun berlari karena tak kuat lagi menahan tangisnya, membiarkan angin menyapu titik-titik air yang terus membasahi wajahnya. Jantungnya berdetak cepat seakan berlomba keluar dari tubuhnya. Seohyun membiarkan kakinya membawa ia pergi entah kemana, terhenti sampai ia merasa lelah…

Semilir angin berhembus melewati helai demi helai rambut bergelombang Seohyun yang dibiarkan tergerai. Sekitar matanya masih sembab karena air matanya yang mulai mengering. Seohyun membaringkan tubuhnya diatas butiran pasir putih halus yang terhampar disepanjang pantai, ia membiarkan matanya menutup untuk menikmati desiran ombak yang saling menghantam, menghasilkan suara benturan keras yang terdengar indah. Kemudian membuka matanya perlahan, mentapan langit dengan awan-awan putih tebal sebagai ornament penghiasnya.

Air mata kembali jatuh dari ekor matanya, ketika melihat bercak merah pada lengan bajunya.

“Kenapa pria itu, selalu saja menggangguku. Dasar Bodoh!”ucap Seohyun disela tangisannya

“Dia hanya berusaha melindungimu Seohyun.” sambung Yonghwa yang memang sedari tadi memerhatikan gadisnya dari belakang, ia memaksakan untuk menarik sudut bibirnya berusaha menunjukan rasa senangnya mengetahui gadisnya telah selamat—atau yang lebih tepat ‘diselamatkan’—dari kecelakaan

“Oppa?” Seohyun –kembali—menghapus air matanya.

“Harusnya kau bilang bodoh padaku bukan pada pria itu.” Yonghwa merendahkan volume suaranya, menambah kesan haru dalam suasana itu. “Aku tidak bisa menjagamu,Seohyun. Mianhae”sambungnya.

Mulut Seohyun tak menjawab,mengikuti instruksi dari Otak besarnya untuk diam sejenak. “Padahal kau menerimaku karena tawaran yang aku berikan dulu, lucu sekali aku berani bertaruh sesuatu yang memang tidak bisa ku lakukan. Aku hanya menjanjikan sebuah kebahagiaan yang entah kau merasakannya atau tidak.” Yonghwa kembali berbicara.

“Satu ketakutan terbesarku saat bersamamu akhirnya terjadi, Saat kenangan itu datang merusak apa yang telah ku perjuangkan… Jangan menangis Seohyun, Sulit sekali membuatmu tertawa dulu. Apa kau mau menyia-nyiakan apa yang sudah aku lakukan selama ini?”

“Hentikan,Kau bicara apa oppa aku tidak mengerti!” Seohyun mulai berbicara.

“Aku bukan hanya mengenalmu Seohyun, aku juga memahami bahasa tubuhmu dengan baik jadi jangan berusaha bohongi aku lagi.”

“Sudahlah oppa, aku tidak ingin membicarakan ini”

“Aku tahu siapa dia, Seohyun… aku tahu siapa dia!” Yonghwa mengulang ucapannya berharap dapat mematri kalimat yang ia katakan dalam pikiran Seohyun. Ia kembali berusaha tersenyum, seolah memberi kesan ‘aku baik-baik saja’ dihadapan yojanya itu.

**

Seohyun meniup kumpulan debu yang menutupi sebuah buku berwarna Pink Soft dengan garis-garis tak beraturan yang timbul keluar dipermukaannya, menciptakan lukisan abstrak yang terlihat indah disampul depannya. Seohyun membuka buku itu sambil mengusap usap permukaanya yang masih berdebu.  Ia memperhatikan lembar demi lembar halaman buku yang berisi kumpulan foto dengan spot yang sama. Seorang laki-laki dengan kemeja dan dasi seragamnya sedang membuka loker, mengambil sesuatu dari dalamnya. Di tiap foto tersebut tertera tanggal beserta jam yang menjelaskan kapan tepatnya pengambilan foto itu. Sepertinya foto tersebut diambil berurutan dan pada waktu yang hampir sama setiap harinya. Aneh sekali melihat buku yang berisi kumpulan foto yang sama pada lembarnya.

“Seohyun-ah ada temanmu diluar.” saut seorang laki-laki dengan suara beratnya dari balik pintu kamar Seohyun.

“Teman?”Seohyun bertanya pada dirinya sendiri. Siapa teman yang datang malam-malam begini? Pikirnya.

“Ne, Appa aku akan menemuinya” Seohyun meletakan bukunya diatas meja dan bergegas keluar kamar untuk menemui ‘tamunya’ itu.

“Kyuhyun-ssi?”sapanya ketika melihat siapa yang berada diujung pintu.

Kyuhyun berdiri sambil tersenyum, dibalut mantel beserta syal hijau tosca yang melingkar dilehernya. Dagunya kini dibalut perban, namun goresan-goresan lain pada pipi dan lengannya dibiarkan terbuka.

“Maaf mengganggu malam-malam seperti ini Seohyun, aku hanya memastikan keadaan mu saja. Aku takut kau mengalami trauma atau—“

“Kau tidak usah memperdulikanku Kyuhyun-ssi, urus saja dirimu sendiri” potong Seohyun tegas namun dengan volume yang rendah, Ia tidak ingin penghuni rumah mendengar pertengkaran yang akan terjadi diantara mereka.

“Aku ingin melakukannya, tapi entahlah aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. B isa kita bicara sebentar?”ajak Kyuhyun.

Seohyun mengiyakan lalu berjalan keluar setelah mengambil mantelnya. Mereka berjalan beriringan menyusuri jalan. Sejenak terasa kaku suasana itu, mereka enggan memulai pembicaran atau sepertinya bingung bagaimana memulai pembicaraan.

“Apa aku pernah menyakitimu?”tanya Kyuhyun memulai pembicaraan.

“Ahni”

“Ini begitu aneh, aku selalu memimpikanmu menangis. Aku pikir benar hanya ekspresi itu yang bisa kau perlihatkan didepanku,Tapi kenapa?Maaf aku menanyakannya, aku tidak pernah mengerti soal itu”

Seohyun menghentikan langkahnya membiarkan Kyuhyun jalan mendahuluinya.“Aku sempat berfikir apa ini termasuk salah satu fenomena emosional yang sering aku alami. Atau yang lain yang sering orang kaitkan denganku. Tapi aku sendiri bingung, mengapa mereka selalu mengaitkanku dengan gangguan emosional atau semacamnya padahal aku merasa normal” Kyuhyun mendengus,masih melanjutkan langkahnya. “Walaupun kadang aku sering merasa mengalaminya tapi aku merasa ini cukup berbeda, Kau terlalu dekat denganku Seohyun. Semuanya terasa nyata, walau pada realitanya kau begitu jauh…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dan menoleh memandang Seohyun yang masih terdiam dengan kepala tertunduk menatapi aspal.

“Seohyun?”tegur Kyuhyun memastikan keadaan Seohyun.

“Oppa, apa kau benar-benar tak mengingatku?”

**Flash Back**

(Seohyun POV)

Suasana sekolah seketika berubah didominasi oleh warna Pink, semua murid-murid sibuk menata kelas mereka dengan macam-macam ornament berbentuk hati. Mempercantik kelas memang sudah tradisi tahunan murid-murid SMP J menjelang hari Valentine yang menurut mereka istimewa, guru-guru pun tidak melarangnya selagi hal tersebut tidak berdampak buruk pada kegiatan belajar disekolah. Sayangnya aku tidak pernah merayakan Valentine. Mungkin karena tradisi itu tidak tubuh dalam keluargaku yang super sibuk sehingga tidak ada waktu untuk merayakan hal yang tak penting seperti itu. Ku pikir apakah tidak terlalu bodoh untuk merayakan sebuah tanggal yang bagiku hanya sebuah angka pada kalender. Mungkin seperti Christmast atau tradisi kebudayaan lain, mereka punya latar belakang tertentu untuk melaksanakannya. Sementara Valentine?Mereka hanya mengikutinya karena mereka pikir itu menyenangkan. Memberikan sekotak cokelat pada seseorang?Ah itu bisa dilakukan kapan saja semauku.

Tapi suatu hari aku sadar, mereka melakukannya dengan penuh tawa. Suasana sekolah jelas berbeda pada hari itu.Seolah hari itu istimewa karena ribuan Cupid turun untuk menembakan panahnya bagi seluruh orang didunia. Aku ingin merasakannya…

*

“Seohyun apa kau sudah memutuskan mau memberikan cokelat pada siapa dihari Valentine nanti?”

Aku menjawab pertanyan Taeyon-onnie dengan gelengan. “Ternyata sulit sekali memutuskan hal ini”

“Sulit? Hyunnie, kau hanya perlu memastikan hatimu” Taeyon onnie mengelus rambutku, berlagak seperti kakak yang sedang menasihati adiknya. Aku mengenal Taeyon onnie sudah sejak lama namun beberapa tahun yang lalu dia harus pindah dan menetap disini, hanya dia teman yang aku punya sekarang. Aku tinggal hanya bersama Appaku yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Setiap empat tahun sekali aku dan Appa harus berpindah kota karena tuntutan pekerjaan Appa, karena itu aku tidak memiliki banyak teman. Namun, syukurlah kota yang kami tempati sekarang adalah kota ini. Karena aku bisa bertemu Taeyon onnie disini. Aku pikir aku memang tidak membutuhkan teman, aku sudah terbiasa seperti ini karena percuma saja kalaupun aku memiliki banyak teman toh kami pun akan berpisah empat tahun kemudian. Dan itu sangat menyebalkan.

“Omooooo justru itu aku tidak mengerti onnie!!!”

Taeyon merubah sorot matanya, melihatku dari sudut matanya sambil menunjukan senyum liciknya. “Tara!” dia mengulurkan tangannya padaku. Terdapat sebuah kertas yang terlipat dalam genngamannya.

“Apa ini?” aku mengambil kertas itu dan membuka lipatannya. Kemudian kertas itu pun terbuka menjadi untaian panjang sampai menjulur kelantai.

“Daftar pria yang aku rekomendasikan”Sautnya girang.

“Mwo? Kenapa panjang sekali onnie?”

“Aku mempertimbangkan banyak hal” Taeyon memberikan cengirannya. Aku pikir dia juga merasa konyol membuat daftar pria sebanyak ini. Sekitar Lima puluhan lebih nama pria tertulis dengan jelas disini, entah atas dasar apa Taeyon onnie merekomendasikannya.

“Jinwoon oppa?Wae?” Mataku terpaku pada sebuah nama dari deretan nama pada baris awal. Nama seorang seniorku disekolah dan diklub drama.

“Dia merekomendasikanmu menjadi peran utama di Snow White Drama, aku pikir dia menyukaimu”

“Aigoo kenapa hal sesepele itu juga menjadi pertimbanganmu,onnie. Dia hanya melihat kemampuanku, tidak lebih dari itu. Lagipula dia Ketua-nya jadi dia bebas memilih siapapun yang menurutnya mampu”

“Hmm Junsu-ssi… beberapa nama adalah teman-teman sekelasku ya?”aku memperhatikan nama-nama lain yang memang aku kenal.

“Aku hanya berfikir normal, Seohyun. Kau adalah seorang gadis dalam masa puber, dikelilingi banyak pria dikelas pasti membawa atmosfer berbeda didalam hidupmu. Pasti salah satu diantara mungkin saja ada yang kau sukai”

Aku memikirkan perkatan Taeyon onnie sejenak, sepertinya ia tidak salah. Aku membawa pikiranku ketika aku berada dikelas, saat berbicara pada salah satu pria diantaranya. Tapi aku bukan tipe wanita yang banyak berbicara sehingga aku hanya berbicara seperlunya saja dengan mereka, “Sepertinya tidak ada yang istemewa!” jawabku setelah beberapa menit berfikir.

“A-pa?”Taeyon memasang tampang Shock ketika aku mengatakannya. Memang terdengar aneh sih.

“Teuki Sunbae?Siapa dia?” Aku kaget sekaligus bingung ketika beberapa nama yang tidak aku kenal muncul dalam daftarku.

Taeyon melemparkan cengiran untuk kesekian kalinya. “Dulu dia pernah sekolah disini, tapi sudah lulus beberapa tahun lalu. Dia tampan, dan aku menyukainya…”

“Apa yang ada dipikaranmu onnie,aku tidak mengerti… Sudahlah lupakan daftar konyol ini”

Aku tenggelam dalam lamunanku, menatap kumpulan nama yang berjejer pada daftar yang dibuat Taeyon onnie. Beberapa nama memang menjadi pertimbanganku awalnya. Tapi aku pikir karena mereka mengaggap Valentine itu istimewa, aku juga harus memilih seorang yang istimewa juga dalam hidupku dan ini bukan sembarangan. Aku memiliki banyak orang yang aku sayangi disekelilingku, keluarga dan teman-teman yang istimewa. Jika diminta memilih diantara mereka dengan cara yang berbeda seperti ini, aku tidak bisa memilih salah satu diantara mereka.

“Bagaimana dengan Minho-ssi?” tiba-tiba Taeyon onnie memberikan pilihan yang tidak termasuk dalam daftarnya. Nama yang disebutkannya adalah Minho, satu-satunya sahabat laki-lakiku. Pekerjaan ayah kami sama, dan mulai tahun lalu ayahnya juga dipindahkan tugas kekota yang sama denganku. Padahal aku pikir aku tidak akan bertemunya lagi setelah kami berpisah cukup lama.

“Mengapa tiba-tiba kau merekomendasikannya onnie?Minho itu sahabatku. Hanya sa—“

“Kita tidak tahu kan bagaimana perasaannya,padahal dulu kau sering sekali membicarakannya. Lagipula kalian sangat dekat bahkan kalian tidak sungkan tidur bersama kan?itu patut dipertimbangkan”

Aish menyebalkan sekali Taeyon onnie, mengingatkanku pada masa kecilku yang memalukan itu. Bagaimana pun saat itu kami masih kecil, dan kami belum mengerti kalau ‘tidur bersama’ adalah sesuatu yang –tidak bisa kujelaskan— seperti itu.

“Cinta bisa tumbuh apapun latar belakangnya, bagaimana pun hubungan kalian sebelumnya. Itu bi—“

Pipiku mulai panas, “Sepertinya aku akan memberikan padanya…”

*

Aku me-refresh ulang ingatanku, mengingat cuplikan yang terjadi beberapa menit yang lalu. Minho, sahabatku yang sekarang sudah sangat berubah. Dia tumbuh dengan cepat, bertambah tinggi dan dewasa. Jelas dia sudah punya kekasih. Harusnya aku tidak memberikan padanya. Dia hanya bisa menertawaiku yang kelihatan bodoh memberinya cokelat padanya seperti itu…

“Hei apa yang kau lakukan?” saut seorang pria dari balik punggungku. Suaranya nyaring walaupun dia sepertinya berdiri tidak dekat dengan tempatku.

“Kau mau membuangnya?” Suara itu kembali memberiku pertanyaan, aku menggantungkan cokelatku diatas tong besar berisi sekumpulan sampah. Ternyata suara itu cukup memberiku waktu untuk berfikir kembali “mengapa aku harus membuangnya?”

Aku menoleh untuk sekedar memastikan siapakah itu. Ternyata ia adalah Cho Kyuhyun, adik seniorku di Klub Drama. Aku sering melihatnya ketika ia sedang menjemput kakaknya, walau memang tak ada alas an bagiku untuk selalu memperhatikannya saat itu tapi untuk sekilas aku mengingatnya.

“Entahlah.Aku tidak tahu mau aku apakan cokelat ini, apa kau mau?” kalimat itu tiba-tiba meluncur dari mulutku. Jujur sekali, memalukan.

“Tentu,aku sangat menyukai cokelat. Lagipula aku tidak pernah mendapatkan cokelat sekecil itu”

Akupun tertawa mendengar jawabannya. Semua orang tau dia cukup popular disekolah jadi tidak heran kalau dia berkata seperti ini. Banyak wanita yang menyukainya. “Kalau begitu ambilah, aku akan senang sekali jika kau mengambilnya.”

“Sayang sekali ada seorang wanita yang ingin membuangnya dihari istimewa seperti ini, berikan padaku! Aish aku benci sekali melihat ada orang yang menyia-nyiakan benda manis ini.” Kyuhyun tersenyum, senyumnya khas sekali. Aneh melihatnya dengan wajah baru seperti itu, Jujur aku tidak pernah melihatnya tersenyum. Mungkin karena image ‘Dingin” yang sudah melekat padanya. Sepertinya hari ini adalah hari baikku karena beruntung dapat melihatnya tersenyum,hanya untukku.

“Gamsahamnida” aku membungkuk, aku merasa sesuatu yang berbeda  ketika tangan kami bersentuhan sejenak saat ia mengambil cokelat itu dari tanganku. Tapi aku menyukainya… Ternyata seperti inilah rasanya!

“Selamat hari kasih sayang” Kyuhyun mengatakan itu sambil melangkah meninggalkanku yang masih membungkuk, aku hanya berusaha menyembunyikan wajahku yang sepertinya mulai berubah warna. Jantungku pun mulai berdegub cepat, sepertinya salah satu Cupid telah menembakan panahnya padaku juga dan sejak itulah bunga-bunga selalu bermekaran dalam diriku…

*

Hari itu seusai latihan drama, aku mengintip dari pagar jaring-jaring yang melingkari sebuah lapangan kecil yang tak jauh dari Aula tempat para anggota klub Drama berlatih. Itu adalah rutinitas yang menjadi kebiasaanku selama beberapa bulan ini. Kalian tau kenapa? Karena aku jatuh cinta…

Memang tidak memuaskan hanya dapat memandangnya dari kejauhan seperti ini, tapi bagaimana pun aku tidak bisa mendekatinya lebih dari itu. Aku terlalu takut, sempat terbesit dalam fikiranku bahwa dia sepertinya melupakan kejadian dihari Valentine, karena memang setalh itu dia selalu melewatiku. Seakan kita tidak pernah bertemu. Padahal hari itu adalah hari yang terindah bagiku, mengapa dia melupakannya?

“Seohyun,Kau sedang apa?” Aku tersentak mendengar sebuah suara seorang wanita mulai menggema ditelingaku.

“Victoria onnie?” Wanita yang kusebutkan namanya itu sudah berada tepat dibelakangku, memperhatikanku dengan curiga. Victoria onnie adalah seniorku diklub drama ini. Dia salah satu anggota klub yang paling dekat denganku—setidaknya kami lumayan sering mengobrol bersama—. Ia termasuk tipe wanita yang ramah dan ceria, jelas aku menyukainya. Untuk seorang gadis yang pendiam sepertiku aku memang membutuhkan tipe teman seperti ini.

“Jinwoon-ssi mencarimu,5 menit lagi latihannya dimulai” Victoria onnie menghela nafasnya, sepertinya bersiap melayangkan beberapa tuduhan dari kecurigaannya. “Secret Admirer ya?” Dia terkekeh memandang wajahku yang sepertinya gugup.  “Siapa?” Matanya mulai menerawang wajah-wajah pria yang berlarian mengejar bola dilapangan.

Tiba-tiba tubuhku mematung seketika, tidak mungkin mengakuinya didepan Victoria onnie. Dia kan…

“Bukan masalah jika kau tidak mau menceritakannya, ayo kita kembali kedalam. Jinwoon-ssi akan marah kalau kita tidak segera memulai latihan”

Aku mengangguk, tidak berani menatap wajah Victoria onnie. Namun aku berusaha mempercepat langkahku mengimbanginya, suasana tadi benar-benar menyebalkan. Menimbulkan kesan buruk bagi aku juga Victoria onnie. Tapi bagaimanapun dia tidak boleh tahu.

Priiiiiit~ Suara peluit yang melengking membuat suara gaduh seketika dilapangan.

“Kyuhyun-ssi kau tidak apa??”Teriak seorang pria.

Suara itu jelas menghentikan langkahku. Jantungku kembali berdegub, dan keringat mulai menetes dikeningku. Aku tidak bisa memperdulikan lagi siapa wanita disampingku, aku harus segera melihatnya.

Kemudian aku berbalik arah –kembali pada pagar jaring tempatku semula—. Disana terlihat Kyuhyun terduduk sambil memegangi lututnya yang sedikit memerah, dan pria lain mengoleskan sesuatu pada lukanya tadi. Tanpa sadar aku mencengkram erat pagar itu, perasaan cemas ini kuat. Aku ingin menolongnya.

“Dia adikku…” Untuk kedua kalinya suara Victoria onnie membuatku bergidik, memalukan sekali harus mengakui ini didepan kakak dari orang yang kusukai.

“Jangan khawatir, dia baik-baik saja” Victoria menepuk pundakku pelan, kemudian menggenggam tanganku yang masih tak bergerak. “Ayo kota masuk!” Kamipun mulai melangkah bersamaan memasuki aula.

“Onnie… Mianhae aku—“

“Malu mengakuinya?Aku tahu itu, Tidak apa”

“Dan… Sepertinya aku—“

“Menyukainya?” Victoria onnie kembali terkekeh sambil terus melangkahkan kakinya.

“Tergambar jelas diwajahku ya?” Aku berusaha tertawa, meminimalisir rasa Maluku yang sudah tak tertahankan lagi.

“Kau polos sekali Seohyun, justru kau sangat lihai menyembunyikannya. Tadi aku hanya menebak, kau tahu banyak wanita menyukainya?”

Aku mengangguk membenarkan, menyebalkan sekali mengingat jika Kyuhyun dikelilingi banyak wanita yang menyukainya. “Kau yakin pilihanmu? Bukan aku melarangmu, hanya saja adik kecilku itu sepertinya lebih memilih kaset-kaset gamenya dibanding wanita. Dia sedikit ‘kurang normal’, Seohyun.” Victoria onnie memberikan cengirannya, aku tahu dia hanya bercanda tapi mendengarnya berkata seperti itu sangatlah menyakitkan.

“Ya itu bukan masalah, aku tidak berharap lebih dari itu onnie. Tapi mungkin aku akan berusaha membuatnya normal”

“Itu jawaban yang kuharapkan, Seohyun” Victoria onnie mengeratkan genggamannya yang hampir mengendur kemudian berbelok kebelakang tumpukan bangku yang menetupi jalan menuju pintu keluar.

“Kita mau kemana?” Victoria mempercepat langkahnya, aku sendiri tidak mengerti dia sedikit membungkuk melewatinya. Padahal tadi seharusnya kami tinggal lurus menuju panggung untuk latihan.

“Kau orang yang baik Seohyun, aku tahu itu. Hm… Bolos latihan sekali saja mungkin bukan masalah, aku akan menelfon Jinwoon-ssi nanti”

“A-pa-mak-sud-mu?”

“Banyak yang perlu kau ketahui tentang adikku, dan aku senang sekali kalau kau mendengarkan ceritaku” Victoria mempercepat langkahnya, terlihat antusias. Dia membawa ku kerumahnya dan menceritakan banyak tentang—kalian tahu siapa—pria itu. Dan sejak itulah, perjuangan cintaku dimulai…

*

“Selesai,onnie cobalah!” aku melepaskan celemek yang mengikat ditubuhku, kemudian membawa cokelat yang baru saja ku buat untuk ku tujukan pada Victoria onnie. Semenjak beberapa bulan lalu ketika aku mengakui bahwa aku menyukai Kyuhyun, Victoria onnie bersedia membantu. Senang sekali mendapat respon positif darinya, dia memberiku banyak informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh ku lakukan didepan Kyuhyun bahkan Victoria onnie sering mengajakku berkunjung ataupun menginap dirumahnya. Ia bilang untuk menambah intensitas bertemu kami, Karena Kyuhyun bukan tipe pria yang mudah mengingat wajah perempuan disekitarnya. Ia terlalu sering dikelilingi wanita sehingga ia berfikir untuk tidak memperdulikan mereka. Awalnya memang sulit, harus bertemu Kyuhyun dengan tatapan tajamnya melihatku heran berkunjung –hampir sering— kerumahnya, tapi kini aku sudah terbiasa dengan itu.

“Wah Doraemon…” Tiba-tiba seperti dihantam ribuan kubik air, aku tersentak. Aku memang tak berbakat dalam hal menggambar apalagi diatas sebuah Cupcakes.

“Ini Keroro onnie” jawabku sedikit jengkel.

“Mian, Seohyun.” Victoria onnie tersenyum kemudian menyicip salah satu dari cokelatku.

“Aku pulang!” Sapa Kyuhyun setelah memasuki ruangan tempat aku dan Victoria onnie berada. Dia mengggunakan salah satu seragam latihannya. Sepertinya memang dia selesai berlatih sepak bola.

“Dia lagi…” Kyuhyun melihatku sekilas. Kemudian berlalu menuju dapur untuk meneguk beberapa  minuman.

“Noona, kenapa banyak Cupcakes Doraemon disini? Apa anak perempuan Hankyung hyung kesini lagi?” teriak Kyuhyun polos dari dapur, terdengar suara Victoria onnie yang sepertinya menahan tawanya. Ah, menyebalkan sekali padahal aku susah payah menghiasnya.

“Itu Keroro” aku mendengus kesal. Aku memang menyukainya, tapi hampir setengah tahun disini aku menyadari sikap menyebalkannya.

“Keroro, Apa itu? Jenis makanan model baru ya?”

“Iya” Aku tidak bisa mengelak lagi, dia benar-benar menyebalkan. Terlihat senyum puas terpancar dari wajah Victoria onnie, tentu aku menyadarinya arti dari senyum itu. Lantas aku mengikutinya, tersenyum. Sepertinya Kyuhyun sudah mulai terbiasa dengan kehadiranku walau terkadang dia masih ‘dingin’.

“Victoria noona, kuenya enak sekali”beberapa menit kemudian Kyuhyun keluar dari dapur dengan terus menjilati Cupcakes ‘Doraemon’—yang sebenarnya adalah keroro— dalam genggamannya. “kau memang pintar sekali memasak Victoria noona” puji Kyuhyun kemudian tersenyum, senyuman yang hangat.

Deg. Tiba-tiba jantungku kambuh lagi. Kembali berlomba keluar dari tempatnya. Aku senang mendengar dan melihat Kyuhyun tadi. Walaupun dia memang mengira Victoria onnie yang membuatnya tapi itu adalah buatanku, sama halnya dengan dia memujiku.

Aku memeluk Victoria onnie yang sudah merenggangkan tangannya untuk menyambutku. Akhirnya aku tahu apa yang harus aku lakukan…

*

Beberapa hari setelah kejadian dirumah Victoria onnie,hari-hariku kembali flat. Tidak ada banyak yang berubah dalam perjalanan cinta kami. Kyuhyun masih—dingin—seperti biasa, meskipun aku berada hanya satu meter darinya pun dia tidak memperdulikan kehadiranku atau mungkin lebih parah dari itu. Aish, aku tidak bisa membayangkan hal sekejam itu. Aku berfikir untuk membuatnya tersenyum lagi. Aku sangat merindukan senyuman yang sangat sulit ku dapatkan itu. Setelah beberapa kali berkonsultasi dengan Victoria onnie aku memutuskan sesuatu…

Rutinitas terbaruku adalah menaruh cokelat dalam lokernya, berharap dia keluar dengan senyuman ketika mendapatkan Cokelat itu.Memang seperti pengecut sembunyi seperti itu, tapi usahaku untuk mendekatinya juga sudah diatas normal dan itu hampir membuatku menyerah. Aku pikir ini satu-satunya cara melihat senyuman yang aku rindukan itu, Dan tahukah kalian? rencanaku ternyata berhasil. Bukan niatku untuk membuat giginya rusak karena memakan cokelatku tiap harinya hanya saja aku jadi senang sekali ketika wajah tersenyumnya yang nakal terlihat sesaat ketika dia mendapatkan cokelatnya. maka, Aku mengabadikannya, pada detik yang sama ditiap harinya dan itu sudah menjadi aktivitas pengisi waktu luangku saat istirahat sekolah…

“Victoria noona, mana?Mengapa hanya kau dirumahku? Mengapa kau sering sekali kesini? Ada maksud apa?” Kyuhyun memojokanku dengan berbagai pertanyan, seolah aku adalah tawanan yang sedang diintograsi.

“Kemana?aku juga gak tahu tuh hanya saja tadi Victoria onnie meneleponku untuk memintaku menjagamu sebentar”

“Kau yakin?Pasti kau merencanakan sesuatu ya?” Kyuhyun menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya yang menyilang. Apa-apan dia, harusnya dalam posisi wanita dan pria satu atap seperti ini aku yang bersikap begitu.

Aku terkekeh, walau sikapnya menyebalkan tapi terkadang dia tampak bodoh. Dan semakin aku mengenalnya, itu semakin terlihat jelas. Tentu tanpa mempengaruhi rasa sukaku sedikitpun.

“Aku lapar”

“Apa mau aku buatkan makanan?”tanyaku, berusaha mencairkan suasana. Sebenarnya hari ini adalah rencana Victoria onnie untuk meninggalkan ku berdua saja dengan Kyuhyun jadi aku harus memanfaatkan dengan baik.

Dia memperhatikanku dengan salah satu tangannya mengelus-elus dagunya. “Doraemon, kau bisa masak memangnya?”

“Do-do-dora-emon?”

“Aku tidak tahu namamu, jadi aku bebas memanggilmu sesukaku kan?”

“Terserahlah, tapi kenapa Doraemon?” Kyuhyun tak menjawab, matanya menatap hiasan ‘Keroro’ yang melingkari rambutku. Ternyata dia tidak tahu apa-apa tentang Anime, payah sekali seleranya.

“Kau jadi membuatkanku makanan?”

“Tutup matamu!”

“Mwo?Kau mau menciumku?!”

“Dasar mesum! Doraemonmu mau membuatkan kau makanan dengan alat canggihnya”

Kyuhyun menuruti perintahku untuk menutup matanya , untuk pertama kalinya permintaanku didengarnya. Kadang aku berfikir, apa tidak terlalu aneh jika ada pria yang membenci wanita—selain keluarganya—? Padahal pada kodratnya wanita dan pria memang harus bersama.

Tidak mau larut dalam pertanyaan dipikiranku yang tak menemukan titik akhir. Kemudian aku mengambil dua piring makanan yang memang sudah aku persiapkan dari awal. “Buka matamu!” aku memberi perintah.

“Wah!” Aku masih dengan wajah datar ketika dia mengucapkan kata itu, walau sebenarnya aku senang karena dari kalimatnya sepertinya dia kagum dengan makananku.

“Makanan apaan nih?” Kyuhyun memperhatikan makanan yang berada dipiring yang ku pegang, dia mengambil pring tersebut dan memperhatikannya dengan memutar. Sepertinya aku salah menduga, dia menatap dengan tatapan yang seolah mengatakan’benda aneh apa ini?’.Kemudian Kyuhyun pun mencicip salah satu diantaranya.

Dia berdeham dengan tatapan menerawang kelangit-langit atap, seperti mencari kata yang tepat untuk rasa makananku—yang entah bagaimana—itu.

“Berikan pada rocky!” perintahnya kemudian memberikan piring itu kembali ketangan ku dan berlalu—namun masih menggengam sisa makanan yang tadi ia makan—.

“Tunggu!” Suaraku menghentikan langkahnya. “Rocky siapa?”

“Anjingku” Kyuhyun berlari menaiki tangga menuju kamarnya, terdengar suara tawanya yang samar. Apa sebegitu buruknya rasa makananku?Menyebalkan sekali pria itu.

Tapi entah kenapa aku merasa ada yang berbeda. Kyuhyun seakan tidak lagi menganggapku orang asing.  Walau sikapnya memang bisa berubah sewaktu-waktu tapi aku merasa tidak sia-sia aku menunggunya sejauh ini, semoga tidak mengecewakan.

“Doraemon, apa benar Victoria noona sedang pergi?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba dari balik kamarnya.

“Ne” Sautku.

“Bagus kalau begitu, bisakah kau membantuku?”

“Aku usahakan, Memangnya ada apa?” aku menghentikan aktivitas—merapihkan dapur yang tadiku pakai untuk memasak—ku seketika, penasaran dengan apa yang ingin ia katakan.

“Ambilkan kardus digudang belakang!” Pintanya.

“Hey! Kenapa tidak mengambilnya sendiri?”

Kyuhyun memperlihatkan kepalanya dari balik pintu, kemudian memberikan tatapan sedikit memohon kepadaku. “Baiklah, kardus apa??”

“Kardus merah, didalamnya banyak gameku yang disembunyikan Victoria noona.”

“Aku tidak mau! Bisa-bisa onnie marah padaku nanti.”

“Tidak apa, aku tidak akan memberitahu kau yang mengambilnya.”

Setelah diberi beberapa intruksi aku segera menuju ruangan yang dimaksud, tentunya dengan senter dalam genggamanku. Gudang dirumah mereka memang tidak menyeramkan seperti gudang-gudang kebanyakan. Barang-barangnya pun cukup tertata rapih namun apa salahnya berjaga-jaga jika tiba-tiba muncul sadako atau setan semacamnya seperti dalam Film.

Tidak sulit mencari Kardus yang dimaksud Kyuhyun, karena terletak dibagian atas tumpukan kardus lain. Spertinya belum lama diletakan disana. Salah satu barang didalam sangat menarik perhatianku. Seperti sebuah Photo Album, dengan warna Kuning Keemasan yang membalut Cover depannya.

Aku mengambil barang tersebut. Rasa penasaranku yang dalam membuatku berfikir untuk sekedar melihatnya sebentar, mungkin melihat sedikit bukan masalah. Disampul depannya tertuliskan nama Cho Kyuhyun dengan tanda Love disisinya. Sepertinya menarik dan akupun membukanya…

“3 Febuari…” Aku membaca tulisan pada lembar pertama. Terlihat beberapa Foto Kyuhyun saat kecil yang menggemaskan. Dan rata-rata seluruh isinya adalah foto orang yang sama. Ketika tiba pada lembar akhir, terlihat beberapa Foto Kyuhyun—yang masih kecil tentunya—dengan bagian yang tak lengkap. Sebagian Foto sudah hangus terbakar. Dan beberapa orang dalam foto itu terlihat tidak jelas karena dipenuhi goresan.

“Lama sekali” Kyuhyun tiba-tiba sudah berada diujung pintu, menyaksikanku.

“Kau sedang apa?” Tanyanya, masih dengan posenya.

“Aku menemukan Foto Album disini, kau menggemaskan sekali” Aku memamerkan Foto Album yang sedari tadi aku lihat, sambil menggoyangkannya. “Tapi beberpa Foto rusak, me—“

“Pergilah!”

“A-pa?Kau kenapa Kyuhyun-ssi?”

“Aku bilang pergi!” Bentaknya. Seketika suasana terasa berbeda. Sorot matanya tiba-tiba mengerikan membuatku takut menatapnya.

“Jangan sentuh apapun dalam rumahku! Pergilah…” Bentaknya lagi ketika aku hendak mengambil Foto Album yang sempatku jatuhkan karena terkejut. “Ku mohon pergilah…” Kyuhyun terduduk tetap pada posisinya. Samar-samar terlihat butian Kristal air mulat menetes dipipnya. Aku tidak mengerti yang terjadi, sepertinya ada yang salah dalam Foto tersebut. Kyuhyun mulai bangkit dengan kasar kemudian kembali kekamarnya dengan membanting pintu. Aku hanya bisa mengawasinya dari belakang, sungguh aku tidak mengerti situasi itu.

“Kau tidak apa?” Aku berusaha menanyakannya dengan volume suara rendah.

“Pergi!” hanya itu yang dia ucapkan. Seketika air mata juga turut jatuh dari sudut mataku, kami menangis bersama. Wajahnya tadi sungguh membuat goresan dalam hatiku ketika melihatnya. Aku tidak beranjak dari posisiku, karena berat sekali meninggalkannya dalam situasi yang aneh ini.

(Seohyun POV End)

**Flashback To Be Continue**

 

“Oppa, apa kau benar-benar tak mengingatku?” ingatan Seohyun memutar beberpa memori yang memang hampir ia lupakan.

“Oppa?mengingat apa maksudmu Seohyun?” Kedua tangan Kyuhyun kini memegang wajah Seohyun yang menunduk, disekanya air mata yang kembali membasahi wajah Seohyun. “Aku selalu mengingatmu Seohyun, kau selalu mengganggu pikiranku. Sudah jangan menangis lagi. Kau membuatku khawatir!”

“Kau memang tak mengingatku” Seohyun menangis kembali, kedua tangannya memukul dada bidang Kyuhyun yang berada dihadapannya. “Setelah kau menyakitiku…” Seohyun terus mengoceh disela-sela isak tangisnya.

“Apa maksudmu Seohyun?” Kyuhyun membiarkan Seohyun terus memukulnya. Saat ini ia memang tidak mengerti apa yang terjadi, semuanya sungguh membingungkan.

“Aku membencimu, jangan datang lagi dalam hidupku oppa. Aku mohon…” Seohyun menghentikan kedua tangannya yang sedari tadi memukul, gerakan itu berubah menjadi rentangan. Tiba-tiba Seohyun memeluk pria itu dengan erat. Menumpahkan kesedihan—yang entah Kyuhyun mengerti atau tidak—dipundak Kyuhyun. Kyuhyun memandang kikuk, hanya dapat mengimbangi Seohyun. Tanpa sadar tangan Kyuhyun bergerak mengusap punggung Seohyun. Tubuhnya masih bergetar karena menangis.

Dan merekapun saling memeluk.Angin malam yang berhembus seakan berubah hangat disekitar mereka.

 

TBC

 

 

57 thoughts on “Remember Me (Part. 4)

  1. OMOOOOO..
    Jd gt toh crt nya..
    Kasian bgt mereka..
    Seo kasian krn digituin..
    Kyu kasian krn gak bisa ingat apapun..
    Pengennya seokyu happy ending disini..
    Yong, relakan lah seokyu..
    Update soon pliz..
    Author, request oneshot seokyu dong..
    Kekekekekeke

    • iya kasian ya merejka,author juga jadi kasian samamereka T.T iya sepertinya emnag bakalan happy ending kok chingu^^ seokyu?wah nanti aku pertimbangkan deh ya hehehe

    • aku juga aksian jadi makin pusing hihi
      wah mian mungkin gabisa cepet karena susah banget akses internet pas lagi diasrma nanti chingu, tapi pasti aku usahakan kok ya tenang aja🙂
      Oh ya Oneshoot, apa kalian keberatan kalo Seohyun aku pasangin sama yg lain yang seumuran sama dia? Kyuhyun paling jadi tamabahan, gimana? aku butuh sesorang yang seumuran soalnya. Mian, kalo keberatan. gimana chingu pendapatnya?

  2. waduh makin rumit ceritanya,jujur aq masih kurang ngeh chingu,
    kyuhyun itu hlng ingatan ya,?
    oh ya masalah ending seokyu bersatu ya please chingu,oke okeoke
    seokyu,seokyu.seokyu,seokyu jjang,
    jgn lama updatenya chingu,
    chingu ciptain lagi dong adegan romantis seokyu.
    aq masih sakit hati thu ama part 3 kemaren yang bagian yong sama seo mesra amet.

    • yah maaf ya soal part 3 yang kemaren,semoga part 5 nantipuas deh ya chingu^^ wah kamuga ngerti?insyaallah yang part selanjutnya makin jelas deh ya semoga lebih bisa dipahami lagi.
      Iya khyun hilang ingatan disini chingu:)

  3. SeoKyu always
    emng sebenarnya Kyu sakit ap c mpe ga inget Seo…
    ak psti vote SeoKyu…
    Lanjutannya secepatnya

  4. new reader here…
    ceritanya keren banget… untung ketemu blog ini!!! huhh neomu jottha!!
    pertama kasian banget sma si kyuhyun…
    sekarang malah kasian ama seohyun..
    happy ending aja yahh.. kalo sad ending.. kaya ada yg ilang gtu..
    gw suka seokyu!! yongseo g trlalu..
    buat oneshot seokyu yahhh..

    • wah makasih banget yaaku jadi seneng^^ iya aku juga ga tega bikin sad endingnya chingu huhu oneshot seokyu?hmoke aku pertimbangkan lagi:)

  5. Keren abis!muter otak mikirin knp kyu bs lupa am seo
    Seo masa lalu penuh perjuangan,beda am skarang
    Kyu,ayo cepat ingat kasian seo
    Mdh2n hepi ending
    Hehe,nice ff!

  6. sudah mulai terkuak rahasia seokyu di masa lalu,,,
    ending’y seokyu dong thor?
    mereka best couple, true love;)
    aku suka author pake cast jinwoon jg, walo g muncul org’y *aku suka jinseo couple jg*
    aku jg suka gaya kepenulisan author yg -kau-tau-bagaimana- kayak d novel harpot.
    tp ada kurang’y nih thor. kurang scene romantis’y, hehehe….
    tp overall cerita’y bagus.
    thor, klo mau bkin oneshoot req yg cast’y jinwoon ma seohyun donk…
    req jg ff yg cast’y dbsk bs? aku cassie soal’y;)
    d tunggu next chap’y ya thor…
    hwaiting;)

    • endingnya?liat nanti aja ya:p aku juga cast mereka berdua,cocok banget dan ga kalah samaseokyu hihi wah gumawo ching jadi melayang nih authornya, padahal aku pikir gaya penulisan aku lebay dan ribet-___-
      dbsk? siapanya nih chingu?

  7. x________x
    jadi ini, yang ingatanya keganggu cuma kyu. seo baik2 saja. tapi jaraknya deket ya. di flasback ini ceritanya mereka smp ga si? dan di cerita sekarangnya mereka sma? gitu ga? kalo gitu kyu kenapa……….
    oh vic kakak kelas ya.. oke oke..
    trus ini kaya kebalik gitu ya. dulu seo mati2an buat sekedar bikin kyu ngeh sama dia. sekarang seo cuek melulu sama kyu. tapi rasanyaaaaaaaaaaaaaaa,,, from the bottom of the heart \muntah\ seo tetep mikirin kyu kok🙄
    soal ending aku pilih happy ending dong. sebenernya “sad” ending pun gapapa kalo semua kriteria-sad-ending-ku terpenuhi HAHAHAHA😆 \ga jadi sad ending kalo gitu. tetep sad kok, cuma aku jadinya bakal legowo\
    oneshoot ya. kalo tanya sama aku ya requestnya seokyu lah😀
    yang lain apa ya, aku suka siwon tiffany, sunny sungmin, heechul sulli hehehe
    iya tu dbsk aja,,
    author, makasih ya. ini fic kedua yang bikin aku lumayan bisa senyum, setelah kesedihan melanda \muntah lagi\ akibat lautan spazz smt paris tentang sebuah super-obvious-pairing x____x

    • sebelumnya aku minta maaf ya karena ada banyak salah penulisan kata:( soalnya keyboardku keras banget huhu flashbacknya mereka SMP, tapi sekarang mereka kuliah chingu. emangnya sad ending yang menurut kriteria kamu gimana chingu?
      dbsknya siapa nih? aku suka semuanya jadi gabisa milih hihi iya sama-sama nilammaaf ya kalau part merekanya dikit^^

  8. hmmm,gt toh ms lalu si seohyun sm kyuhyun..
    tp kl di liat,ni endingny seokyu ya?agak sedih sih tp gpp deh mungkin emang nasib yonghwa oppa kali ya ngalah trus(di ff aja tp hhe) wkwk
    okee,di tunggu lanjutannya

    • Namian ya,kalo part yong nya sedikit huhu semoga kamu dan semua yang suka yongseo ga kecewa ya^^
      gumawo chingu🙂

  9. onnie suka,msuka,sukaaaaa!!
    part yg akuuu sangat suka,banyak seokyu mement.nya!!!!

    lanjuttt onnie,hampir nangis aku gra”ff.mu!
    jangan lama,lama lo onnieeeee!!!

  10. Omo! Ceritanya makin bagus aja.. Hehehe.. Saya berharap seokyu dpat bersatu, panjangin lagi dong. Ya ya ya *maksa* mian ya, reader mmg bnyak maksa.. Oh ya, req 1shoot seokyu dong.. Kalo bisa dlm satu ff itu ada 2 couple.. Hehe, seokyu dan yoonhae😛 plissss *bungkuk 90derajat*

    • Chapter 5 18 page cukup ga chingu? nanti takuytnya bosen kalo panjang2 hehehe gpp ko author udah biasa dipaksa2 *digeplakreader seokyu? bener nih ga bosen seriesnya seokyu oneshootmya juga seokyu?

  11. Omo…..seo jd kyk dendam ma kyu atw emang sengaja biar kyu inget lg…part sebelumnya kshn si kyu sekrang kshn si seo..hiks
    Gomawo chingu…
    Oneshot nya aq requestnya seokyu..hehehe
    Gomawo

  12. omo~ jdi first love-ny seo tu kyu ? trus kyu lupa sama seo
    ayo kyu , tnyalah pada noona-mu ttg seo !!
    kyakny ada sesuatu di blik ksah jadian seoyong deh
    author daebak !! konflikny complicated tpi gak terkesan rumit😀
    lnjut baca~😀

    • Almiraaaaaa<3 aku seneg kamu komen seluruh part aku sebelumnya. Gumawo:) Semoga ga mengecewakan chapter yang paling baru ini…

  13. seokyu jjang
    jangan bosen bikin ff seokyu cingu
    biar jadi santapanku
    hahaha
    ff nya keren.. Kreatif.
    Koq kepikiran ya ide cerita ky gt.
    Tambah lg seokyu moments nya

  14. jadi seohyun ama kyuhyun itu temen masa kecil ya..
    oo.. dulu seohyun suka sama si kyuhyun,
    emm.. seobaby plis jangan marah2 ama kyunnie.. kasian dia

  15. ohh yang bikin seo kaya gni tuh kyuppa. gara” pas smp kyuppa terlalu dingin n angkuh ma seo jadi mpe sekrng seo kaya gini. semoga kyuppa inget ma masa lalunya trus nta maaf ma seonnie.

  16. Ternyata emang bener seokyu udah saling kenal dari dulu,tapi apa yg terjadi sama kyupa yah sampai ga ingat gitu ma seo?

  17. Kenapa kyu tiba2 baik dan tiba2 galak di flasback itu? Hah aku masih belum terlalu paham mian , hufft kasihan seo gak diinget sm seo jadi itu ya ceritanya seo itu masa lalu kyu dan sebaliknya . Aku seneng akhirnya mereka berpelukan *teletubies* *plak *

  18. masih bingung thor, di part sblmnya mngatakan klo seo yg ngubah kyu jd gak dngin lg,tp flashback di atas cm smpe gitu,jd msi bngung skp seo yg mn yg bkin kyu brubh tp nice thor lanjuuuuuuuu

  19. ohh jadi gitu critanya..
    seo dulu suka sma kyu
    ehh itu album foto apa yahh kok kyu ampek marah gitu sma seo ?
    lahh aneh kok bisa kyu ga inget seo sie ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s