Remember Me (Part.3)


Seo Joohyun/Cho Kyuhyun/Jung Yonghwa & The others cast. | Romance & Friendship | PG-15.

Original by AdillaSB:

WARNING: YANG BACA WAJIB KOMEN YA. SEBAGAI WUJUD APRESIASI TERHADAP FF INI.

Part.3         : “…menyakitkan mengingatnya…””

“Yang itu sudah dibereskan Seohyun..” ucap Kyuhyun memperingatkan ketika melihat gadis itu berniat untuk merapihkan buku-buku dalam rak yang terdapat disisi depan perpustakaan.

“Oh, kalau begitu aku akan merapihkan yang ini saja..”

“Aku sudah melakukannya.” Saut Kyuhyun, ia mengeluarkan sebagian kepalanya dibalik rak yang kosong. Kemudian memberikan cengiran khasnya ketika Seohyun melihatnya.

“Aku akan mendata buku-buku yang dikembalikan hari ini, apa buku in—“

“Aku juga sudah mendatanya Seohyun-ssi”

“Lalu apa yang harus aku kerjakan?”tanyanya jengkel.

“Entahlah Seohyun, mungkin kau bisa istirahat sejenak. Aku tidak keberatan kok,Kau terlihat pucat hari ini” terdengar sekali Kyuhyun berusaha bernada manis.

Seohyun mengebrak meja besar ditengah perpustakan,kemudian menarik kasar tasnya dan berjalan menuju pintu keluar ruangan itu.

“Ka..kau mau kemana Seohyun?”

“Pulang!”jawabnya singkat

“Mengapa?Ini masih siang, lagipula perpustakaannya masih sangat ramai sekarang”

“Lantas?Aku disini juga tidak ada kerjaan kok,semuanya sudah kau ker-ja-kan”timpal Seohyun menekankan kata-kata terakhir,melayangkan pandangan sinis pada Kyuhyun.

“Baiklah kau boleh pergi Seohyun…” saut Kyuhyun, tak berani menatap Seohyun. Seohyun menghentikan langkahnya, mendengus kesal kemudian berbalik arah menuju sudut ruangan tempat Kyuhyun berada, Kyuhyun sedang mengangkat kardus besar—berisi kumpulan file yang tidak terpakai lagi.

“Hentikan Kyuhyun-ssi, kau tidak usah berlagak baik didepanku. Kau pikir aku tidak dapat melakukannya sendiri?itu sama sekali tidak membantu” Bentak gadis itu, Kyuhyun menurunkan muatannya dan terdiam memandangi gadis yang memarahinya. “Lalu kau anggap apa aku disini?hanya patung?tidak perlu menjadi pahlawan dengan mengerjakan semua tugasku. aku bisa menyelesaikannya dengan baik, bahkan tanpa bantuan orang lain” Seohyun terus mengoceh.

“Jadi untuk apa ada dua orang jika kau menyelesaikan semuanya seorang diri?Oh aku mengerti…” Seohyun terdiam sejenak. “Sepertinya kau tidak merasa nyaman bekerja bersama ku?baiklah.. kerjakan semua sendiri” Seohyun memalingkan wajahnya kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih pada posisinya. Tanpa mereka sadari puluhan pasang mata yang berada dalam ruangan itu memperhatikan pertengkaran pertengkaran mereka dari balik rak.

Kyuhyun menunduk. Kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi –merapihkan kumpulan kardus— yang tadi belum sempat ia selesaikan karena harus mendengar ocehan Seohyun yang mengerikan.

“Kau salah paham seohyun,justru aku ingin sebaliknya.Aku hanya ingin membuatmu nyaman bekerja denganku” ucap Kyuhyun pelan sambil terus menjalankan pekerjaannya.

“Gwenchanayo Kyuhyun-ssi?” tanya Sungmin tiba-tiba datang, nafasnya masih beradu berantakan terlihat sekali ia kelelahan.

“Aku tidak apa-apa, memangnya aku kenapa?”Jawab Kyuhyun segera merubah mimic wajahnya kembali ceria.

“Aku mendengar dari mahasiswa lain katanya kau bertengkar dengan Seohyun diperpustakan?apa itu benar?”

Kyuhyun tertawa berusaha memberi kesan bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya. Tapi apa itu berhasil?Entahlah… kita semua tahu Sungmin begitu mengenal Kyuhyun walaupun memang mereka sudah lama tidak bertemu. Karena begitulah Kyuhyun, Air mukanya mudah sekali ditebak. “Aku tidak bertengkar, hanya saja Seohyun marah padaku.Sepertinya dia salah paham”

“Mengapa?”

“Aku juga tidak mengerti Sungmin-ah padahal aku hanya membantunya.”

“Aigoo padahal aku sudah berlari dari kelas kesini. Ternyata kau tidak apa-apa”

“Mwo?memangnya kau ingin aku diapakan?”

Sungmin hanya tertawa. “Kau mengkhawatirkanku? Aish sepertinya kau jatuh cinta padaku Sungmin-ah?” tanya Kyuhyun merubah suaranya menjadi logat wanita.

“Menjijikan sekali kau cho Kyuhyun!!!Mana mungkin aku menyukai pria tolol sepertimu, aku ini normal” jawab Sungmin kesal. Kyuhyun merangkul pundak sahabatnya sesekali melayangkan candaan-candaan ringan pada sahabatnya itu. Sekali lagi ia menyembunyikan perasaan ini didepan Sungmin,karena dibalik senyuman palsu itu hatinya selalu tidak bisa berbohong. Perih rasanya mengingat apa yang dikatakan gadis pujaan nya itu. “Apa yang ku lakukan selalu kau anggap buruk,Seohyun. Jahat sekali” pikirnya.

**

Setelah usai berbelanja, Seohyun memutuskan untuk mampir ketoko jahit untuk membeli benang rajutan. Ia berniat untuk membuat Syal untuk sang namja,Jung Yonghwa.

“Semoga syalnya akan berguna nanti”ucap Seohyun dalam hati.Mengingat beberapa hari terakhir sang pacar disibukkan dengan kegiatan festival bandnya dan jadwal latihan yang sangat padat terpaksa mereka mengorbankan waktu ‘bersama’ mereka. Dihitung semenjak terakhir bertemu di Aula tempat Yonghwa biasa berlatih, ini sudah tepat seminggu mereka belum bertemu lagi, bahkan mereka pun benar-benar putus komunikasi—tau sendirilah bagaimana asyiknya pria ketika menghabiskan waktu dengan hobinya—. Bagi seohyun sendiri hal ini sudah wajar, bahkan ia pernah ditinggal sang pacar selama tiga bulan untuk sekedar menyiapkan Mini Konser Perdana band mereka. Sebagai pacar ia hanya dapat mendorong Yonghwa dari belakang, menyemangati cita-cita—yang bagi seohyun mungkin konyol— pacarnya itu dan ikut tersenyum ketika Yonghwa berkata “aku senang sekali melakukannya,seohyun”

Hari itu udara kota Seoul memang sedang tak bersahabat, Angin bertiup agak kencang diluar, dan dingin. Namun hal itu tak menghentikan langkah Seohyun untuk memberi kejutan kepada pacarnya itu. Setelah berhenti disebuah toko keperluan menjahitnya, ia pun bergegas menyusuri jalan menuju rumahnya. Jaraknya memang tak terlalu jauh jika ditempuh dengan mobil namun bila berjalan kaki dapat menghabiskan waktu sekitar setengah jam lamanya.

Seohyun berjalan riang menuju rumahnya, berharap dapat segera sampai dan menyelesaikan rajutannya . Namun sayang sekali, tiba-tiba seoul diguyur hujan saat itu. Hujan yang lumayan deras,dengan angin yang terus berhembus kencang. Seohyun tidak menghentikan langkahnya walau titik-titik air mulai menerjang tubuh mungilnya. Ia akan tiba larut jika harus meneduh sampai hujan selesai pikirnya, lagipula jam sudah menunjukan angka 9 malam.

Seohyun berusaha mempercepat langkahnya, tentunya dengan pakaian yang sudah basah kuyup terguyur hujan yang semakin lama semakin bertambah intensitasnya. Namun entah apa yang terjadi, hujan seakan berhenti disekitarnya, ia pun mendongak memastikan apa yang melindunginya . Sebuah payung berukuran sedang sudah menutup bagian atas tubuhnya. Ia menoleh kebelakang,memastikan siapa orang yang berbaik hati memayungkannya seperti itu, tapi ternyata…

“Kyuhyun-ssi?Apa yang kau lakukan disini?”

“Kebetulan aku lewat disini,aku melihatmu dan—“

Seohyun menyingkirkan payung itu dari tubuhnya, membiarkan payung itu terlepas dari genggaman pemiliknya dan tergeletak dijalan.

“Sudah berapa kali aku bilang jangan berlaga pahlawan,Kyuhyun-ssi. Itu hanya mengganggu”

Kyuhyun terdiam sesaat kemudian kembali memungut payungnya dan memegang payung tersebut kembali diatas tubuh Seohyun. “Seberapa keras kau berusaha menjengkelkan ku, kau tidak akan berhasil Seohyun-ah,Maaf”

Air mata kembali jatuh dari sudut mata gadis itu, tapi entah Kyuhyun menyadarinya atau tidak karena bercampur dengan titik-titik air hujan yang jatuh bersamaan diwajahnya. “Kau hanya mengganggu!” Seohyun mengulangi perkataannya, kali ini dengan wajah menunduk menyembunyikan wajahnya yang berubah seketika.

“Kau tidak bisa memberiku alasan untuk membencimu,Seohyun. Percuma saja kau memperlakukanku seperti ini, aku tetap…” Kyuhyun menghentikan kata-katanya, memberi kesan bahwa kata yang akan terucap selanjutnya adalah sebuah kata yang istimewa.Ia menghela nafas panjang “ aku tetap menyukaimu.Sejujurnya kau terlihat lebih manis jika terus begini, jangan pernah merubah sikapmu” lanjutnya.

Seohyun berlari menerobos jalan yang masih hujan, berlari sekencang mungkin dengan harapan dapat segera meninggalkan tempat itu atau yang lebih tepatnya agar segera dapat  meninggalkan pria itu. Seohyun berlari tanpa memikirkan barang-barangnya yang kini basah dan membiarkan air matanya turun bersatu dengan air hujan yang terus menghujamnya..

**

Hari ini adalah hari terakhir tugas Kyuhyun dan Seohyun sebagai penjaga perpustakaan, setelah kejadian malam itu Seohyun tidak pernah berbicara apapun pada kyuyun. Sesekali ia hanya mengangguk atau menggeleng jika Kyuhyun memberi pertanyaan. Sama halnya dengan Seohyun, Kyuhyun pun hanya bertanya seperlunya saja menghindari sikap Seohyun yang semakin dingin padanya. Hari itu perpustakaan sedang ramai lebih dari biasanya, dikarenakan hari menjelang Ujian Akhir dimulai, Jadi hari itu Sungmin datang untuk membantu mereka melayani pengunjung.

“Permisi, Apa aku bisa bertemu Kyuhyun?”tanya seorang wanita pada Seohyun yang sedang sibuk menempelkan nomor-nomor urutan pada buku-buku baru dari dalam kardus.

“Seohyun?Apa itu kau?”tanya wanita itu memastikan ketika Seohyun menoleh kearahnya.

“Ne.Victoria onni,sedang apa kau disini?”Seohyun balik bertanya heran.

“Hey Victoria noona” sapa Sungmin tiba-tiba, menghampiri Victoria yang membawa kotak makanan digenggamannya sementara kedua wanita itu masih beradu pandang. Mendengar seseorang menyebut nama onninya, Kyuhyun keluar dari balik rak kemudian menuju Sungmin yang terlebih dahulu sudah menyantap bekal siang dari kakaknya—Victoria—. Kemudian Kyuhyun dan Sungmin pun asyik menyantap bekal makanan itu dengan lahap, sementara Victoria terus memperhatikan Seohyun yang masih terpaku pada pekerjaannya—menempelkan nomor pada buku dalam kardus berikutnya.

“Tadi aku lihat Victoria noona dan Seohyun saling bertegur sapa ya? Apa kalian sudah saling kenal?” tanya Sungmin memulai pembicaraan, masih dengan mulut yang dipenuhi makanan. Mendengar hal itu Kyuhyun menghentikan aktivitasnya sejenak menunggu jawaban keluar dari salah satu mulut kedua gadis itu,penasaran.

Mereka bertukar pandang untuk beberapa detik,kemudian Victoria mengambil alih menjelaskan terlebih dahulu. “Seohyun itu juniorku diklub drama SMA,tentu saja aku mengenal gadis itu. Lagipula siapa yang tak mengenal gadis secantik dia.”puji Victoria.

Seohyun membenarkan dengan sekali angukan.

“Wanita aneh dalam klub drama?apa tidak merepotkan” ejek sungmin sambil memainkan sumpitnya.

“Kau ini bicara apa,sungmin-ssi.Victoria noona mengajari kami –anggota klub drama lain— cara berakting dengan sempurna. Jelas Victoria noona ratunya dalam berakting disekolah”

“Kau dengar?” Victoria menjulurkan lidahnya.

“Aish… “ Sungmin mendengus. Begitulah mereka ketika bertemu, selalu saja bertengkar. Dimasa Sekolah Dasar dulu sungmin sering kali mengunjungi rumah mereka untuk sekedar mengerjakan tugas ataupun bermain game bersama. Sungmin yang suka sekali dengan barang-barang berwarna Pink itu terlihat begitu aneh dimata Victoria. Mana bisa seorang pria menyukai warna lembut seperti itu? Sejak saat itulah Victoria selalu mengejek Sungmin,sehinga membuatnya jengkel setengah mati dengan sikap yoja yang satu itu. dan begitulah yang terjadi hingga kini.

“Tapi kau berlebihan Seohyun” Tiba-tiba Victoria memulai pembicaraan dalam situsi hening setelah pembicaraan tadi. “ Jelas kau ratunya,bukankah kita sedang berakting sekarang?kau memulainya dengan baik bahkan sempurna”

“Ma…maksudmu noona?”Seohyun tersentak. Suasana berubah tegang. Kedua pria dan wanita itu hanya saling bertukar pandang tanpa berani memulai pembicaran.

“Lupakanlah aku hanya berakting” ucap Victoria tertawa kecil, mengisi kekosongan.”Sepertinya aku harus segera pulang. Aku ada kencan sore ini, maaf ya tidak bisa lama-lama” Victoria bangun dari duduknya dan merapikan rambut beserta pakaiannya kemudian berjalan keluar perpustakaan sambil melambaikan tangan.

“Apa ada pria yang mau mengencani wanita seperti itu?” gumam Sungmin setelah Victoria berlalu.

“Aku tidak yakin . Mungkin dia bukan pria…” Tambah Kyuhyun, Mereka pun tertawa.

“Sepertinya aku juga akan pulang” ucap Seohyun menutup kardus terakhir yang telah ia selesaikan tak lama setelah Victoria meninggalkan ruangan itu.

“Terimakasih Sungmin-ssi telah banyak membantu hari ini” Seohyun memberikan senyuman pada Sungmin, namun tak tetap menoleh sedikitpun kearah Kyuhyun. Ia pun berlalu meninggalkan ruangan itu.

“Mwo?sepertinya ada yang tertinggal” ucap Sungmin ketika hendak mengangkat kardus buku-buku yang tadi dirapihkan Seohyun beberapa menit setelah Seohyun pergi meninggalkan ruangan itu.

“Benarkah?”tanya Kyuhyun menghampiri Sungmin. “Dompet?” Ia mebuka benda berwarna hijau dengan strap bergambar anime “keroro”menggantung disletingnya. Ada satu foto terpajang disisi dalam dompet itu. Foto Seohyun dan pacarnya—Yonghwa—.

“Apa dia sudah jauh dari sini?” Sungmin beranjak menuju jendela disudut ruangan itu,untuk memastikan.

“Biar aku yang kembalikan nanti…”ucap Kyuhyun meraihnya dari genggamanan Sungmin kemudian memasukan benda itu kedalam saku jaketnnya.

**

“Oppa?” sapa Seohyun senang ketika membukakan pintu.

“Ada perlu apa menemuiku?”tanya Seohyun.

“Hanya ingin meminta restumu.. besok hari kompetisi kau tahu?”

“Ne,oppa. Aku tahu. Dan aku punya sesuatu untukmu” Seohyun tersenyum jahil, kemudian bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu.

Tidak lama berselang Seohyun kembali dengan syal merah digengamannya. “ini untuk oppa” Seohyun mengalungkan benda itu dileher Yonghwa.

“Kau merajutnya sendiri?”tanya Yonghwa heran, sambil memperhatikan jejeran benang yang tersusun rapi pada syal tersebut.

“Tentu… itu jimat untukmu,oppa”

“Jimat?”

“Ne,oppa. Aku sangat menyesal karena tidak dapat melihatmu besok karena ada ujian. Aku harap kau bisa memakluminya” Seohyun menunduk memperlihat kan rasa penyesalannya.

“Hei tidak apa Seohyun, tentu aku memakluminya” terang Yonghwa masih terkagum dengan syal yang melingkar dilehernya. “Tapi maaf benda ini tetap tidak bisa mewakilimu, menjadi jimatku Seohyun. Maaf…”

Seohyun mendongak,kaget mendengar perkataan namjanya itu. “Kau tidak suka syalnya oppa?”tanya Seohyun polos.

“Bukan itu maksudku hanya saja tidak ada yang bisa menjadi jimatku selain ini…” dengan cepat Yonghwa mendaratkan bibirnya diatas bibir Seohyun, mengecupnya lembut. Seohyun yang terbelalak kaget, kemudian melepaskan ciuman itu dan mengusapkan jarinya pada ujung bibirnyayang menjadi lembab. Yonghwa menunduk, menyesal melakukan hal itu secara tiba-tiba. Kemudian melayangkan senyuman pada Seohyun. Sebelah tangannya mengacak sisi atas rambutnya,terlihat sekali ia berusaha mengurangi rasa canggungnya akibat kejadian tadi. Ah, bukan hal yang mengherankan lagi. Yonghwa memang suka sekali memberikan kejutan manis pada Yojanya.Tapi apakah ini termasuk dalam kejutan manisnya?tapi sepertinya  Seohyun baru pertama kali mengalaminya,jadi apa hal yang tiba-tiba ini bisa dikatakan kejutan ‘manis’ untuknya?Seohyun pun tak mengerti, hanya berusaha mengajak jatungnya yang langsung berdetak cepat untuk berkompromi.

“maaf aku mencurinya….”

Seohyun terus menatap Yonghwa dalam,ia pun tak mengerti hanya mengikuti naluri wanitanya saja. kemudian Seohyun mendekatkan wajahnya ragu-ragu. Yonghwa kaget sekaligus bingung melihat tingkah gadisnya itu, namun berusaha mengikuti permainan Seohyun yang entah apa. Seketika senyum mengembang diwajah Yonghwa ketika ia akhirnya mengerti apa yang Seohyun maksud setelah Seohyun mulai memejamkan mata. Mereka pun berciuman,lebih lama dari sebelumnya.Terlihat lebih lembut karena sepertinya mereka pun berusaha saling menikmati…

**

Namun ditempat yang sama,yang berjarak  tak begitu jauh dari tempat mereka sedang bercinta.Seseorang meyaksikan hal itu dari dalam mobil.Tangannya mengepal kencang diatas kemudi mobil. Terlihat sorot marah sekaligus kecewa yang jelas dari sudut matanya. Pria itu menyapu kasar wajahnya,kemudian mengerang pelan. Dan memutar kembali kemudinya meneruskan jalannya.

“Seharusnya aku tak melihat itu…”gumam pria itu memperhatikan benda berwarna hijau dengan strap anime “keroro” didalam dashboard mobilnya yang terbuka.

TBC

90 thoughts on “Remember Me (Part.3)

  1. Ommo…kyupa lihat seo dan yong oppa kissing aigo…ottoke…kenapa juga kyupa harus lihat adegan menyakitkan ini poor kyupa.ternyata seohyun dan vic eonni saling kenal,aku ko curiga cinta pertamanya kyupa yg dimaksud vic eonni itu seohyun yah?

  2. Hiks..hiks.. Hatiku tercabik2 liat seo nyium yonghwa aku gak rela andweee T_T . Aku mau seo nyium kyu bukan yonghwa >:O . Aigoo sabarnya jadi kyu walaupun ditindas gimanapun sm seo dia tetep sabar dan aku gatau kenapa seo sebenci itu sm kyu dan lagi apa ada sesuatu antara SeoKyu dan vic ahjumma?

  3. ya ampun kenapa sikap seo ke kyu belum berubah juga😦
    maksud perkataan vic itu apa ?
    huh rada sebel sma moment seo yong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s