Remember Me (Part.2)


Seo Joohyun/Cho Kyuhyun/Jung Yonghwa & The others cast. | Romance & Friendship | PG-15.

Original by AdillaSB:

WARNING: YANG BACA WAJIB KOMEN YA. SEBAGAI WUJUD APRESIASI TERHADAP FF INI.

Part.2 “Seandainya kita bisa bertukar…”

Kyuhyun terus mengusap rambutnya kasar. “HEI INI BENAR-BENAR MENGGANGGU!” Teriak Kyuhyun, melempar PSP dalam gengamannya. Wajah tampan yang biasanya bersinar  kini tenggelam pada kedua telapak tangannya, dibiarkannya rasa kacau yang ia rasakan melewati sekat-sekat hatinya sampai ia merasa nyaman. Selang beberapa lama kemudian ia kembali mendongak, matanya menatap kearah taman sekolah yang terletak diujung café—tempat Kyuhyun duduk sekarang. Taman itu tak tampak jelas dari sini, hanya beberapa sisinya saja yang terlihat.

Sambil memaikan asal kesepuluh jarinya, Kyuhyun terus menatap seorang gadis dengan  T-shirt putih berukuran pas dipadu jeans biru gelap yang terduduk dibawah pohon taman itu. Gadis itu terlihat simple tanpa satupun hiasan bertengger dirambut bergelombangnya yang dibiarkan terurai.Ia bersandar pada sebuah pohon besar yang cukup rindang, matanya terpejam dengan tangan yang masih memegang sebuah buku dipangkuannya. Aura cantiknya terpancar kuat, polos sekali ia ketika tertidur….

“Kyunnie~” sapa Sungmin mengagetkan sahabatnya yang langsung tersentak.

“Mwo? Kenapa dengan Adik kecilmu ini?” tanya Sungmin heran, tangannya mengambil PSP yang tergeletak diatas meja. Layar pada PSP itu sedikit retak karena benturan.

Kyuhyun tak peduli… Hm bukan tak peduli juga, hanya saja ia sedang menikmati makan siangnya. Baginya cukup melihat gadis itu dari jauh seperti ini, itu sudah membuatnya sangat senang. Ya begitulah ketika kita jatuh cinta, semua yang pahit terasa manis. Namun apa itu cukup? Kyuhyun masih tak menggubris pertanyaan sahabatnya yang terus mengajaknya berbicara, Ia mulai bangkit dari duduknya—juga lamunannya—dan melangkah keluar café. Sungmin yang melihat tingkah laku aneh sahabatnya itu hanya dapat memperhatikannya jauh dari balik kaca besar transparan yang berada disisinya tanpa dapat melakukan apapun. Karena ia paham betul sifat anak itu, ia terlalu keras mengikuti instingnya. Apapun bukan penghalang untuknya, Yah termasuk sahabatnya sendiri.

Entah apa yang dipikirkan Kyuhyun saat itu, ia membiarkan kakinya terus melangkah menyusuri lapangan basket yang berada disebrang taman sekolah. Melewati kumpulan wanita yang berhenti sekedar tersenyum bahkan menyapanya. Ia terus melangkahkan kakinya yang seolah tersihir dan berjalan menuju sang Penyihirnya, walaupun sesekali ia terhenti—karena sadar apa yang ia lakukan— tapi entahlah langkah itu tetap tak mau menyerah mengantarkan pemiliknya pada seseorang—yang cukup mengganggu pikiran majikannya—,Langkah itu baru berhenti ketika ia tepat berdiri dihadapan gadis yang sedaritadi ia perhatikannya dari café. Disandarkan tubuhnya pada sisi pohon yang lain disebelah gadis itu.

Untuk beberpa menit Kyuhyun menikmati ‘pemandangan’ indahnya. Wajahnya… Aih tidak ada satu kata pun yang dapat mewakili kekagumannya pada sang ‘Malaikat’ yang sedang terlelap itu. “Lebih indah bila dilihat dari dekat”gumamnya tanpa sadar.

Namun merasa suara yang berbeda mengelitik pendengarannya, gadis itu mulai menggerakan tubuhnya perlahan sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya. Dan kemudian membuka matanya…

“Kau sudah bangun?”sapa Kyuhyun dengan seringai khasnya.

Seohyun tersentak, “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Seohyun bingung.

“Aku merasa nyaman disini, melihatmu…” ucap Kyuhyun menunduk malu, jari-jarinya kini kembali bergerak asal berharap dapat meminimalisir rasa gugup dan jantungnya yang terus berdetak cepat.

Seohyun menatap jengkel namja disampingnya, tanpa ia sadari butir-butir kristal jatuh dari ujung matanya. Seohyun menyeka air matanya,kemudian menunduk menyembunyikan wajahnya yang mungkin terlihat kacau sekarang.

“Mwo?kau kena—“ tanya Kyuhyun mengangkat wajah Seohyun yang tertunduk dengan air mata yang masih menetes. Namun, saat mata mereka bertemu. Seohyun berpaling kasar dan menyingkirkan tangan namja tampan itu dari wajahnya.

“Dengar, aku sama sekali tidak berminat berhubungan ataupun berteman denganmu. Jadi kumohon jangan dekati aku lagi.”ucap Seohyun kasar—walau terdengar sedikit memaksakan—. Seohyun memasukan buku kedalam tasnya dan meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung akibat perkataan Seohyun tadi.

Kyuhyun menghela nafas panjang, “Itu menyakitkan,Seohyun…”gumamnya pelan. Matanya kini memandangan hamparan awan yang tersebar dibalik lukisan biru alam yang indah. Pikirannya memutar ulang kata-kata yang diucapkan Seohyun beberapa menit yang lalu.

“Hahaha aku mendengarnya Kyuhyun-ah…”ejek Sungmin yang ternyata dari tadi sudah berada dibalik pohon tempat Kyuhyun bersandar.

“Sepertinya kau menyukai Seohyun?” tanya Sungmin menyipitkan matanya,berlaga seolah detektif yang sedang mencari petunjuk.

“Tidak,kau ini ber—“

“Sudahlah jangan mengelak, aku sudah mendapat jawabannya dari tingkah lakumu itu,bodoh. ” potong Sungmin menjuruskan sebuah kepalan kedada sahabatnya itu. Kyuhyun tak mengelak hanya menunduk malu, seolah membenarkan tuduhan Sungmin. Tapi ia harus berkata apa lagi? Mungkin itu sudah jelas terbaca dalam wajahnya.

“Aku kan sudah sering mengatakannya sebelum dia mengatakannya hal itu padamu, jangan dekati dia. Dua minggu ini kau nakal sekali tidak mau mendengar nasihatku”

“Aku tidak mengerti apa yang salah, apa karena aku terlalu jelek untuknya?” Kyuhyun membuka kelopak mata Sungmin yang kecil, kemudian merenggangkannya keatas seolah berkaca pada lensa matanya. “Aku tidak sejelek itu,aish atau jangan-jangan aku ini bau?” tanya Kyuhyun polos, kemudian mengendus kedua ketiaknya. “Ah sepertinya tidak juga, apa kau mau menciumnya Sungmin-ah?” Kyuhyun kembali mengejek sambil mendekatkan ketiaknya pada wajah Sungmin.

“KAU PIKIR AKU INI APAAAAAA?”teriak Sungmin jengkel.

“Aku hanya ingin melihatnya lebih dekat…hanya itu” Kalimat itu tiba-tiba meluncur sendiri dari mulut kyuhyun dengan volume suara yang rendah.

“Itu juga yang dikatakan banyak namja disekolah ini” ucap Sungmin,menerangkan.“Terkadang aku pun tak mengerti, Seohyun seolah memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang” sambungnya.

“Ma..maksudmu?”

“Entahlah, Pada awal kepindahannya dua tahun lalu Seohyun adalah wanita yang cantik, dan semua orang mengakuinya. Tidak heran banyak pria berusaha mengambil hatinya dengan berbagai cara. Tapi tidak ada satupun yang mengerti, dibalik wajah cantik dan lugunya itu Seohyun adalah sosok yang amat dingin dan tertutup dengan orang lain. Ia seolah menutup diri kepada semua pria yang menyukainya disekolah ini. Bahkan ia tidak segan berucap kasar seperti tadi ketika ia merasa terganggu.”

“Mwo? semengerikan itukah malaikat cantik ini?”

“Ne, bahkan bisa lebih dari itu. Makanya jangan mengganggunya terus”sindir Sungmin menyenggol tubuh sahabatnya yang melemas mendengar ceritanya. “kau tahu Kyuhyun, aku sangat menyukainya dulu. Sepertimu…”

“Mwo?”

“Itu benar Kyuhyun, aku sangat menyukai gadis itu sama sepertimu. Kadang ketika aku memperhatikannya aku merasa ada sesuatu yang mengganjal, seperti… Hm entah apa tapi ia terlihat sangat tersiksa. Aku merasa ia memaksakan dirinya untuk menjadi sosok yang berbeda” ceritanya tiba-tiba berhenti, kemudian kedua ujung bibirnya membentuk sudut. “ Semakin aku berusaha untuk mengetahuinya, semakin aku merasa semakin sulit untukku mendapatkannya. Tapi sekarang aku menemukan jawabannya…” Sungmin menhentikan ceritanya untuk menghela nafas sebentar. “Walaupun tidak sepenuhnya terjawab”

“Ma..maksudmu??”

“Berhentilah Kyuhyun-ah, Seohyun sudah memiliki pacar sejak setahun yang lalu. Memang menyakitkan untukku, tapi aku merasa ada perbedaan yang jelas terlihat ketika ia bersama Jung Yonghwa—pacarnya—, Ia tampak ceria sekali dan lebih cantik dari biasanya. Kau takkan menemukan wajah murung tadi jika kau melihatnya bersama Yonghwa”

Mendengar itu Kyuhyun menunduk, kekecewaan kini mengerogotinya. “Sayang sekali” ucapnya pelan.

“Tapi sama sepertiku, kau pasti juga akan merasa senang melihat senyum Seohyun ketika bersama Yonghwa, ia jadi sosok yang berbeda.hangat dan menyenangkan.Dan kupikir itu lebih baik”

“Benarkah?Terdengar lebih baik.Apa aku mengenal jung Yonghwa itu?”

“Ya kita pernah melihatnya difestival sekolah kemarin, dia mengisi acara pada hari itu. Yonghwa memiliki band yang cukup terkenal disekolah ini”

“Apa dia tampan?”

“Jelas kau yang lebih tampan bagiku” puji Sungmin. “tapi tidak untuk Seohyun…”sambungnya beberapa detik sebelum Kyuhyun melayang mendengar pujiannya.

“Aish menyebalkan sekali kau… tapi aku masih tidak mengerti, bagaimana Yonghwa bisa mendapatkan hatinya?”

“Entahlah itu masih menjadi pertanyaan banyak orang,sudahlah Kyuhyun-ah jangan pikirkan dia lagi. Mungkin dia memang bukan jodohmu”

“Ne..”Kyuhyun tersenyum pada Sungmin,kemudian merangkul pundak sahabatnya itu. “Ayo kita ke café,biar aku yang traktir” ajaknya.

“Mwo? tumben sekali?”tanya Sungmin heran.

“Apa yang kau katakan? Aku ini memang baik, mengapa kau tak menyadarinya?” Kyuhyun mengedipkan mata,dan tersenyum. Namun dibalik senyuman itu, Sakit sekali mendengarnya. Kyuhyun menghela nafas berusaha membiarkan rasa sakit itu meracuni tubuhnya sebentar. “siapapun kau Jung Yonghwa, kau beruntung sekali. Seandainya kita dapat bertukar…”pikir Kyuhyun.

**

“Oppa!!” sapa Seohyun dari balik pintu aula. Ia melambaikan tangan pada Yonghwa yang masih sibuk dengan gitarnya. Aula tersebut berada sedikit jauh dengan gedung kelas maka jelas saja jarang sekali orang yang berlalu lalang disekitarnya.

Ruangan itu merupakan tempat berlatih Yonghwa beserta teman-teman bandnya. Tempat itu suram dengan dinding dilapisi busa agar kedap suara. Samar-samar tercium aroma debu yang menyesakkan, tapi beginilah situasinya jika tidak ada wanita dalam sebuah perkumpulan. Pria memang enggan merapihkan ruangannya sendiri dan begitulah instingnya.

“Sedang apa kau kesini?”tanya Yonghwa melihat sekilas pada Seohyun yang menghampirinya. Kemudian kembali berkutat dengan benda kesayangannya. Saat itu waktunya istirahat sehingga tempat itu terlihat sepi karena anggota band yang lain sedang menyantap makan siangnya di café.

“Tadi aku mencari oppa,aku pikir kau sedang makan siang.Setelah tadi ku tanya min hyuk oppa ternyata kau berada disini,aku meindukanmu oppa…”

Yonghwa menoleh memperhatikan yoja nya itu sebentar kemudian kembali memainkan gitarnya. “Salah sendiri seminggu yang lalu aku ajak keluar kau menolaknya…” sindir Yonghwa.

“Menyebalkan sekali kau, Jung Yonghwa.”

“Tunggu…” panggil Yonghwa, terdengar malu memang tapi cukup untuk menghentikan langkah Seohyun yang hendak meninggalkan ruangan itu.  “Duduklah sebentar, biar kita bicara. Sudah lama kan tidak mengobrol denganku”pinta Yonghwa.

Seohyun duduk dipinggiran sofa tempat Yonghwa juga duduk, dan tiba-tiba merasa canggung disana. Mungkin karena situasi yang tiba-tiba hening sejenak diantara mereka. Yonghwa memainkan lagunya yang masih terdengar dengan nada berantakan.

“Kau sedang membuat lagu oppa?” tanya Seohyun memulai topic pembicaraan.

“Iya, khusus untukmu” jawab Yonghwa singkat, kemudian menoleh kearahnya. Seohyun yang memang sedaritadi sedang memperhatikan namjanya itu tersentak kaget ketika Yonghwa mulai mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Dan memperhatikan lekukan wajah indah malaikat didepannya.

“Pipimu merah!” ejek Yonghwa mengelus lembut pipi Seohyun kemudian tertawa. Tangannya mulai berhenti mengelus lalu memegangi kedua pipi Seohyun. Gadis itu memejamkan mata berusaha untuk tidak melihat wajah Yonghwa yang semakin dekat.

Tiba-tiba Yonghwa mendaratkan satu kecupan hangat dipipinya. Seohyun masih memejamkan mata selagi bibir Yonghwa itu menyentuh lembut pipinya dan menikmatinya sejenak.

“Maaf aku lancang “ ucap Yonghwa sesaat kemudian, melepas kedua tangannya dari pipi Seohyun.Seohyun membuka mata perlahan.

“Tidak apa oppa”jawab Seohyun malu.

“Apakah tadi hangat? kau menikmatinya? Simpan itu dalam memorimu. Ini ciuman pertama kita”

Seohyun masih tertunduk malu. “Aku pergi ya oppa? aku sibuk hari ini”

“Aish, kau itu bertingkah sesukamu saja,memangnya kau ada kelas hari ini?”

“Hari ini aku bertugas menjaga perpustakan oppa,jadi aku tidak bisa terlalu lama”

Yonghwa menghela nafas,kemudian kembali memainkan gitarnya. “begitulah resiko punya pacar kutu buku…”gumamnya, berniat mengejek wanitanya itu. Sayang sekali ternyata itu tidak berhasil, Seohyun  melayangkan senyum malaikatnya kearah Yonghwa.

“Mwo? mengapa kau pasang tampang semanis itu Seohyun? kau pikir bisa memikatku dengan itu. Aku masih marah loh”

“Terserahmu sajalah oppa,aku benar-benar tidak ingin bertengkar hari ini.Terimakasih kecupannya. aku akan mengingatnya oppa”

“Hey,Si Pemalu ini sudah berani bicara ternyata.Aku senang sekali mendengarnya”Yonghwa membalas senyum Seohyun. Sepertinya ia akan mengingat senyuman itu selamanya, baru pertama akli ia mendengar seohyun berucap seperti itu. “belajar dari mana dia?”pikir yonghwa setelah seohyun meninggalkan ruangan itu.

**

“Sepi sekali…” ucap Seohyun ketika membuka pintu perpustakaan. Hanya terlihat beberapa orang saja yang sedang menikmati bacaannnya.

“Seohyun kau sudah datang ternyata” sapa seorang pria paruh baya, yang merupakan penanggung jawab perpustakan. “Kau memang selalu datang lebih awal, rajin sekali” puji pria itu menyunggingkan senyum ramah dibalik garis kerutan diwajahnya.

Jelas pria itu mengenal baik Seohyun, bagi Seohyun perpustakaan adalah rumah keduanya. Entah apa alas an Seohyun  menjadikan buku-buku sebagai sesuatu yang penting dalam hidupnya, ia merasa dengan membaca dan menggali wawasan yang tersembunyi dalam buku, dapat membuat moodnya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Seohyun tersenyum mendengarnya. “kau tidak sendirian nanti, seseorang akan menemanimu Seohyun jadi kau tak akan kesepian. Kalau begitu aku pulang ya, terimakasih” ucap pria itu setelah memberikan kunci perpustakan pada Seohyun.

“Mianhae aku ter—“ saut Kyuhyun ketika memasuki ruang perpustakaaan, matanya terbelalak kaget melihat gadis didepannya. “Seohyun-ssi sedang apa kau disini?” tanya Kyuhyun, menggaruk kepalanya yang memang tidak gatal.

“Oh ternyata Kyuhyun-ssi yang akan menemaniku hari ini” jawabnya santai.

“Mwo? kau juga akan menjaga perpustakaan?”

“Ne, Sepertinya aku akan membenci hari ini dan beberpa hari kedepan disini”

“Ke..kenapa?”

“Karena kau harus menemaniku terus selama dua minggu ini,Karena itu mohon untuk jaga jarak dengan ku Kyuhyun sunbae. Gamsahamnida” pinta Seohyun kemudian membungkuk,ia segera melangkah menuju sebuah meja besar ditengah ruangan itu untuk merapihkan kumpulan buku yang berantakan diatasnya.

“Aku ini tidak mengerti, apakah kau begitu membenciku?”

“Ahni,Kyuhyun-ssi sudahlah kembali bekerja. Aku tidak ingin membuang waktu seperti ini”

Suasana hening, sementara kedua orang itu sibuk merapihkan buku-buku yang tergeletak acak tidak pada raknya. Aneh memang rasanya dalam ruangan sebesar itu hanya ada mereka berdua yang tidak saling sapa sama sekali, tapi begitulah yang terjadi.

2 jam berlalu begitu cepat dan tak terasa seluruh pekerjaan sudah mereka selesaikan dengan baik.

“Apa ditutup saja ya? tidak akan ada pengunjung di sore seperti ini” tanya Kyuhyun.

“Terserah saja, aku pulang Kyuhyun-ssi terimakasih banyak telah membantu” jawab Seohyun tanpa melihat wajah Kyuhyun, terdengar jelas penekanan kata “membantu” dalam suaranya.

“Ini memang tugasku sebagai anggota perpustakan kan?”

“Maksudku, terimakasih karena tidak menggangguku” terang Seohyun menjelaskan, wajahnya masih terlihat polos saat mengatakan hal itu, tapi tetap saja itu menyakitkan. Kyuhyun menunduk sebagai jawaban, jelas dia kecewa. Padahal ia berfikir dengan ini mungkin ia dapat lebih dekat dengan Seohyun tapi kenyataan memang berbeda. Walaupun menghabiskan berjam-jam dengan Seohyun, tapi ia merasa seolah hanya seorang diri dalam ruangan besar itu.Terlepas dari lamunannya, ia tersenyum sambil memperhatikan langkah Seohyun yang semakin jauh meninggalkannya.

“Apa harus kulupakan saja perasaan ini?” gumamnya masih dengan mata yang tertuju pada punggung Seohyun yang sudah terlihat samar.

**

Kyuhyun bersandar dikursinya,tenggelam dalam pikirannya sendiri. Memorinya memutar ulang drama yang terjadi tadi sore diperpustakan. “…terimakasih karena tidak mengganggu…”kata itulah yang terus berulang dipikrannya. Untuk gadis dengan wajah protagonist sepertinya itu terdengar kejam dan penuh kepalsuan, tapi pada kenyataannya. Itulah yang Seohyun katakan pada Kyuhyun.

“Kau sedang apa sih?dipanggil tidak menyaut sama sekali?”Tanya seorang wanita menghampiri Kyuhyun. Wanita itu tinggi dan terlihat sempurna. Dan ia pun memasuki kamar Kyuhyun yang memang terbuka kemudian menguncang tubuh Kyuhyun pelan.

“Apa yang kau lakukan Victoria-noona?” tanya Kyuhyun heran.

“Habis kau tidak mendengarku,apa yang sedang kau pikirkan? Hari ini Appa & Omma tidak pulang karena ia masih banyak pekerjaan di China katanya aku harus menjaga adik kecilku ini dengan baik” kata Victoria,menjelaskan.

“Ahni, aku tidak memikirkan apapun” jawabnya singkat.

“Pabo,kau tidak bisa membohongi onni mu ini,bocah kecil”

“hey jangan panggil aku seperti itu!!!” saut Kyuhyun jengkel, kemudian menggapai tas dan mengeluarkan PSP dari dalamnya.

“Apa kau jatuh cinta?” tanya Victoria

“Kau bicara apa noona? jangan sok tau seperti itu” jawab Kyuhyun dengan mata yang masih menatap tajam layar PSPnya.Tanpa sadar raut mukanya berubah dengan warna merah yang mulai mendominasi kedua pipinya.

“Aku jadi ingat saat pertama kali kau jatuh cinta” ucap Victoria membaringkan tubuhnya diranjang  milik Kyuhyun.

“Mwo? aku pernah merasakan ini sebelumnya?”

“Kau ini bodoh sekali sampai-sampai kenangan semanis itupun kau tidak mengingatnya juga”

“Seperti apa gadis yang membuatku jatuh cinta saat itu?”tanya Kyuhyun mulai meninggalkan pandangan dari layar PSPnya. Matanya kini tertuju pada sang kakak yang sedang manatap langit-langit kamarnya sambil bercerita.

“Seperti malaikat”jawab Victoria singkat.Kyuhyun terdiam mendengar jawaban sang kakak.

“Wanita itu sangat pemalu, aku heran dia dapat merubah sikap dinginmu menjadi seperti ini.Dan ingatkah kau ketika kau memberitahuku tentang cinta pertamamu? Kau bilang Cinta itu dapat merubah Antartika menjadi Sahara” lanjut Victoria kembali bercerita.

TBC

71 thoughts on “Remember Me (Part.2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s