Remember Me (Part. 1)


Seo Joohyun/Cho Kyuhyun/Jung Yonghwa & The others cast. | Romance & Friendship | PG-15.

Original by AdillaSB:

WARNING: YANG BACA WAJIB KOMEN YA. SEBAGAI WUJUD APRESIASI TERHADAP FF INI.

Part. 1 : “Ada yang berdetak disini, cepat sekali…”

Sinar matahari masuk melalui celah-celah tirai kamar yang tertutup, seolah memberi tanda bahwa ia sudah tidak sabar memamerkan cahaya hangatnya. Suasana kota Seoul yang ramai terlihat lebih indah dihiasi sinar jingga itu, tidak terlalu terik memang namun cukup untuk membuat bunga- bunga menari kegirangan menyambutnya.

Jam di dinding menunjukan pukul setengah sembilan pagi ketika seorang gadis mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Rambutnya yang tergerai tergeletak berantakan di atas bantal. Mata gadis itu masih terpejam walau kedua tangannya sudah bergerak mengusap bagian wajahnya yang masih kusut. Gadis itu menoleh kearah jam sambil terus menggosok kedua matanya yang masih buram melihat arah berputar kedua jarum jam itu.

“Sial kau terlambat lagi, Seohyun….” gerutu gadis yang bernama lengkap Seo Joohyun itu ketika matanya mulai jelas melihat jarum pendek jam yang mengarah keangka sembilan. Tanpa pikir panjang segera ia melompat dari ranjang dan menggapai handuk yang tergantung disebelah ranjangnya kemudian berlari menuju kamar mandi.

**

“Tebak siapa aku, Seohyun.” tanya seorang pria dengan nada misterius menutup mata Seohyun dengan kedua tanggannya.

“Ah hentikan Yonghwa oppa.” jawab Seohyun menggapai tangan si pria dan menurunkan tangan itu dari matanya.

“Kenapa kau tahu ini aku? Sepertinya memang ada ikatan batin antara kita ya..” sindir Yonghwa kemudian tertawa kecil melihat wajah Seohyun–menyeritkan dahinya heran.

“Kau melakukan ini setiap hari oppa…” timpal Seohyun kesal.

Yonghwa yang sedari tadi berada dibelakang Seohyun mulai merubah posisi duduknya kedepan Seohyun agar dapat lebih menikmati pembicaraan mereka, namun tiba-tiba ia tersentak kaget.

“Aish kenapa jelek sekali kau hari ini?” ejek Yonghwa sambil memalingkan wajah Seohyun kekanan dan kekiri, seolah mencari senyum dari wajah gadis itu yang belum ia temui hari ini.

“Kau ini kenapa memasang tampang seperti itu didepanku, buruk sekali itu aku tidak suka. Ayo cepat tersenyum sebelum tangan ini yang membuatmu tidak bisa berhenti tersenyum sampai malam.” ancam Yonghwa memamerkan kesepuluh jarinya yang berlenggak lenggok, jari-jarinya bergoyang berlawan seolah berkata ‘aku sudah siap mengelitiki tubuh mungilmu, Seohyun’.

Seohyun tertawa melihat tingkah laku namjanya itu. “Dasar kau menyebalkan, selalu saja mengancamku seperti itu.” Seohyun mencibir, tapi Yonghwa tidak peduli bahkan ia terus memainkan jemarinya sambil menatap Seohyun dengan tampang ‘evil’. Dan kemudian tawanya mulai meledak ketika melihat wajah Seohyun yang tak berubah—masih dengan tampang kesalnya.

“Hei, lihat jam berapa ini?” ucap Yonghwa meperlihatkan jam ditangannya.

“Hari ini aku telat lagi oppa, jadi aku tidak diijinkan masuk kelas”

“Oh jadi itu yang membuatmu tidak bersemangat hari ini?”

Seohyun mengangguk dua kali, kemudian menatap kumpulan orang yang sedang bermain basket dilapangan tidak jauh dari taman tempat mereka duduk.

“Kalau begitu ayo kita jalan-jalan…” ajak Yonghwa menggengam tangan Seohyun kemudian bangkit dari duduknya.

“Kemana? Oppa tidak ada kelas hari ini?” tanyanya masih dengan posisi duduknya yang sama—bersandar pada salah satu pohon besar yang rindang ditaman itu. Pohon itu cukup besar sehingga melindungi mereka dari teriknya matahari. Disebalahnya terdapat sebuah lapangan basket yang selalu ramai dengan teriakan pemain-pemain yang berebut bola, serta sorak sorai semangat dari para penonton wanita yang selalu heboh. Entah apa yang menarik dari tempat itu,namun disitu lah tempat favorite Seohyun selain perpustakaan.

“Sebenarnya ada kelas bahasa asing sekarang, tapi berhubung gurunya tidak hadir lebih baik aku keluar saja”

“Mwo? Memang tidak diberi tugas oppa?”

“Aku sudah mengerjakannya kok, lagipula aku bosan. Wanita-wanita dikelasku ribut sekali membicarakan murid baru di Departemen Musik yang katanya tampan.”

“Murid baru?”

“Kau tidak tahu Seohyun? Wah kau ini sepertinya kurang bergaul ya.” ejek Yonghwa.

“Oppa!!!” Seohyun bangun dari duduknya, melepas gengaman Yonghwa kemudian melipat kedua tangan diatas perutnya.

“Aku bercanda Seohyun, justru aku senang kalau kau tidak mengetahuinya”

“Mwo? Kenapa oppa?”

“Jadi kau tidak akan meliriknya seperti wanita-wanita lain.” Yonghwa mulai melangkahkan kakinya. Ia melipat kedua tangan keatas dibelakang kepalanya, membiarkan angin yang sejuk berhebus melewatinya dan bergerak lincah mengacak rambut pirangnya.”Kau kan sudah memilikku…” sambungnya menoleh kearah Seohyun yang masih berdiri ditempat. Yonghwa mengedipkan mata kanannya kemudian melempar sebuah senyuman manis pada gadisnya itu. Senyuman yang Seohyun sangat suka.

**

“Boleh duduk disini?” sapa seorang pria dengan nampan penuh makanan ditangannya. Suasa café pada saat istirahat memang selalu ramai, sehingga wajar kalau tidak ada baku yang tersisa lagi didalam.

“Silahkan.” jawab pria lain yang masih asyik berkutat dengan PSP-nya. Mereka pun kini duduk berhadapan.

“Cho Kyuhyun?”

“Mwo? Kau mengenalku?” Kyuhyun tersentak, memperhatikan pria dihadapannya dengan wajah bingung.

“Aku Lee Sungmin, paboya~” Sungmin memberikan kepalannya diatas kepala pria itu. Kyuhyun terdiam sejenak, ada perasaan aneh yang ia rasakan tiba-tiba. Yah bisa dibilang seperti  Déjà vu: ia memang merasa mengenal pria ini walaupun entah dimana, tapi perasaan Kyuhyun kuat ketika kepalan itu menghantamnya. Ia merasa pernah mengalami hal ini…

“Sungmin-sshi???” Kyuhyun berdeham, menopang dagunya dengan sebelah tangan, matanya memandang langit-langit café seolah berfikir. “Mi-mian, aku lupa” sambungnya setelah beberapa detik, kemudian kyuhyun menyeringai berusaha mengeluarkan kalimat itu sesopan mungkin.

“Kau ini aneh, apa kau sakit?”sungmin meletakkan tangan kanannya diatas dahi Kyuhyun, seolah ingin merasakan suhu tubuhnya. “Prosopagnosia ya? Aku pernah mendengar ini sebelumnya”

“Kau mengetahuinya?”

“Seseorang pernah menceritakannya, apa itu semacam hilang ingatan?”

“Aku juga tidak mengerti, tapi aku yakin aku mengenalmu… Victoria noona juga mengatakan aku akan bertemu teman kecilku disini, pasti itu kau.”

“Tentu siapa lagi? Aku memang tidak berharap kau mengingatnya dengan cepat. Tapi…” Sungmin menggantungkan kalimatnya, untuk sekedar mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Mungkin ini akan membantumu mengingatnya.” Sungmin mengeluarkan sebuah sketch book berukuran sedang.

Kyuhyun mulai membuka benda itu, dihalaman pertama terdapat coretam-coretan ‘aneh’ anak-anak, layaknya anak kecil usia sekolah dasar pada umumnya. Coretan itu berisi gambaran banyak orang–yang entah Kyuhyun mengingatnya atau tidak. Didalam kumpulan orang tersebut juga terlihat dua orang bocah laki-laki bergandengan tangan riang, “Cho Kyuhyun & Lee Sungmin?” ia membaca tulisan pada sisi bawah sebelah kanan lembar itu.

“Apa ini aku? ..dan kau?” kemudian  menunjuk gambar tersebut.

Sungmin mengeleng, “Kau bilang itu kita, tapi entahlah aku rasa aku tidak segemuk itu. Dan wajahku tidak sejelek itu” Sungmin tertawa.

Kyuhyun membalik lembar selanjutnya. “Hey,aku disini terlihat begitu sedih.” Kyuhyun menatap jengkel selembar foto yang terpampang dilembar kedua itu—wajah kecilnya ketika menangis. Kyuhyun menarik nafas, beberapa memori masa kecilnya yang menyenangkan diputar ulang dipikirannya walau terlihat samar.

“Kau selalu mengambil bekal siangku, Sungmin-ah..” aura kelegaan yang terpancar dari wajahnya kini jelas terlihat. Kyuhyun merangkul pundak sahabatnya itu dengan hangat.

“Kau mengingatnya?”

“Tentu, kau sahabat terbaikku~”

“Aish so sweet sekali.”

“Aku hanya berpura-pura tadi sungmin-ah, bagaimana bisa aku melupakan pria yang sering bermain bersamaku dulu? Mustahil aku melupakanmu”

“Mwo? Kau membohongiku? Kau selalu menjadi pembohong… aku susah payah mencari sketch book ini digudang rumahku, karena ku pikir kau…”

“Prosopagnosia? Itu bukan hal penting, memang aku sering mengalami fenomonena emosional yang aneh seperti itu. Tapi aku tidak mungkin melupakan sesuatu yang berharga bagiku.” Kyuhyun membuka lembaran berikutnya dan menikmati lembar demi lembar dalam buku itu.

“Bagus kalau begitu, cepat habiskan makananmu”

“Ah kenapa?” desah kyuhyun yang berniat kembali pada PSP-nya.

“Aku akan mengajakmu berkeliling”

**

Kring…Kring…

Seohyun mengeluarkan ponsel dari dalam saku depan tas jijingnya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan yang lain memeluk beberapa buku tebal yang siap ia kembalikan ke perpusatakan. Dalam layar ponsel itu tertulis jelas nama “Jung Yonghwa” yang menghubunginya.

“Yoboseo.” sapa Seohyun.

“Seo Joohyun… kau dimana?” tanya Yonghwa disebrang telepon, terdengar nada cemas dari suaranya. Serta hembusan nafas yang tidak beraturan.

“Diperpustakan oppa, ada apa? Kau habis lomba lari?” ejeknya sambil terus melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan besar yang hening dengan jejeran buku dalam lemari yang tertata rapih.

“Aish aku mencarimu dari tadi. Tidak bisakah kau membolos sebentar Seohyun? Aku ingin mengajakmu keluar”

“Mianhae oppa minggu ini ada laporan yang aku harus selesaikan, aku sibuk sekali.” jawab Seohyun pelan seolah mengerti keadaan perpustakan yang harus dalam kondisi tenang.

“Kumohon hari ini saja….” pinta Yonghwa dengan nada memelas.

“Hm…” Seohyun berdeham tanpa memberi jawaban, pikirannya masih terpaku pada jenis buku mana yang pertama harus ia cari. Matanya membaca kumpulan judul buku yang berjejeran didalam rak. Berharap menemukan salah satu buku yang ia cari.

“Sepertinya kau sibuk dengan urusanmu, padahal aku hanya ingin menghabiskan hari akhirku ini dengan mu Seohyun.” volume suaranya semakin merendah. “hanya itu…” sambungnya beberapa saat, pelan sekali seperti hanya bergumam. Entah apa itu terdengar oleh Seohyun.

Suasana hening seketika….

“Oppa masih disana?” tanya Seohyun setelah menyadari tiada suara lagi dari ujung telepon.

“Ne, Seohyun aku masih disini.” masih dengan nada suara yang rendah.”Mulai besok sampai 2 minggu kedepan sepertinya aku akan sangat sibuk dengan latihan Bandku.” Yonghwa kembali memulai pembicaraan.

“Aku tahu oppa, berjuanglah.” jawab Seohyun memberi semangat dengan volume yang pelan—namun tetap terdengar hangat dan riang.

“Kau yakin tidak dapat menemaniku hari ini?”

“Mianhae oppa….”

“Oke kalau begitu selamat belajar”

“Gomawo oppa”

“Sampai jumpa”

“Ne, sampai jumpa”

Kembali hening…..

“Kenapa tidak kau matikan sambungannya oppa??” tanya Seohyun bingung setelah melihat layar ponselnya yang ternyata masih terhubung dengan Yonghwa.

“Hei, tidak adakah yang ingin kau katakan sebelum menutup teleponnya Seohyun?” tanya Yonghwa mulai merasa jengkel.

“Ahni.” jawab Seohyun singkat lalu kembali memperhatikan jejeran buku dalam rak, kali ini disisi rak yang berbeda.

“Kau yakin?”

“Aku sibuk oppa, kenapa kau bawel sekali…” gerutu Seohyun dengan nada kesal.

“Kau tidak ingin mengatakan kau mencintaiku?”

Seohyun tertawa mendengarnya. “Tidak”  jawabnya singkat sekali, kemudian kembali tertawa. Kelakuaannya memang selalu seperti itu—kekanakan sekali—pikir Seohyun disela tawanya.

“Kau ini menyebalkan Seohyun…”

“Aku tidak perlu mengatakannya kau sudah tau itu kan?” Seohyun mengakhiri sambungan. Memberikan  pertanyaan yang tak mau didengar jawabannya. Masih terdengar suara samar Yonghwa dari ujung telepon dan tiba-tiba menghilang ketika sambungan itu berakhir. Seohyun tersenyum pada dirinya sendiri mengingat tingkah manja namjanya itu, mengelikan memang. Tapi itulah yang membuat harinya berwarna selama setahun ini…

‘Beep Beep’

Ponsel Seohyun kembali bergetar namun kali ini adalah pesan.

From: Jung Yonghwa

“Kau menyebalkan memang, tapi aku suka orang yang menyebalkan… jika itu kau!”

Ada yang berdetak didalam dadanya, hal yang normal yang selalu ia rasakan ketika mendapat kejutan manis dari sang namja. Tanpa sadar senyumnya kembali mengembang seiring kakinya yang terus melangkah menelusuri lorong perpustakan. Kelima jarinya beradu menekan tombol-tombol huruf dalam ponselnya.

To: Jung Yonghwa

“Buatlah yang terbaik, aku menantikan kemenanganmu”

‘Bruk…’

Buku dalam pelukan Seohyun terjatuh kelantai—beserta ponselnya tentunya. Tubuh mungilnya juga turut terduduk dilantai ketika menghantam sesosok tubuh seseorang. Suara gaduh yang timbul itu membuat seluruh penghuni perpustakan menuju sumber suara dan melihatnya dengan tatapan kikuk.

“Ah, mianhae…” Seohyun menunduk sembari tangannya merapihkan beberapa buku-buku yang berserakan dilantai.

“Bukan masalah.” jawab seorang pria tinggi dengan kulit putih bersih dan rambut pirang yang tergerai rapih. Pria itu mengulurkan tangan untuk membantu Seohyun berdiri, dan Seohyun pun menerimanya sambil mengkokohkan kedua kakinya berusaha untuk bangkit.

“Goma—“ bruk.. Seohyun kembali menjatuhkan buku yang sudah ia rapihkan dalam genggamannya. Kali ini jatuh tepat diatas kepala seorang pria lain yang ternyata berada dibawahnya untuk memungut ponsel Seohyun yang tadi ikut terjatuh.

“Aduh…” teriak pria lucu itu ketika beberapa buku tebal menghantap kepala bagian atasnya. Seohyun tak bergeming, matanya berbinar melihat namja yang berdiri didepannya. Hampir tak berkedip…

Menyaksikan wajah aneh Seohyun, pria itu tersenyum. Sepertinya masih canggung memang senyuman itu namun tetap terlihat  manis.

“Ini buku mu Seohyun…” ucap si pria lain yang tertimpa buku, menyodorkan buku-buku Seohyun yang tadi menimpanya.

Seohyun tersadar dari lamunannya. “Mianhae Sungmin-sshi” Seohyun membungkuk memperlihatkan rasa sopannya atau yang lebih pantas disebut “rasa bersalahnya” pada Sungmin.

“Tidak apa, Seohyun. Kalau kau yang menjatuhkannya itu sama sekali tidak terasa sakit.” rayu Sungmin kemudian tersenyum. “Kamu ini kenapa sampai terpesona seperti itu melihat temanku? Tidak biasanya.” ejek Sungmin menepuk pundak Seohyun. Seohyun pun menunduk berniat menyembunyikan kedua pipinya yang mulai memerah.

“Mianhae…”

“Sudahlah tak apa Seohyun. Lagipula temanku tidak akan mati sekalipun ditabrak ribuan kali olehmu.” Sungmin berusaha mencairkan suasana ketika melihat Seohyun yang terus menunduk dengan tubuh kaku seperti itu.

“Mi..Mian..Mianhae Sungmin-ssi..” jawab Seohyun, wajah gugupnya terlihat sangat jelas.

“Hentikan Seohyun, kau banyak membuang kata maaf hari ini, kenalkan ini temanku murid baru disini… Cho Kyuhyun.” ucap Sungmin mengarahkan mata pada temannya itu seolah mengisyaratkan “waktunya berkenalan” pada mereka yang masih terlihat canggung.

Kyuhyun mengulurkan tangannya. “Siapa namamu?” tanyanya hangat, dengan seringai yang khas dan memikat.

“A…aku Seo Joohyun. Panggil saja Seohyun.” ucap Seohyun dengan nada berbeda terlihat sekali Seohyun ingin memperbaiki nada bicaranya yang terdengar sedikit bergetar akibat gugup. Kemudian menyambut uluran tangan Kyuhyun beberapa detik kemudian segera melepaskannya.

“Sekali lagi maafkan aku Sungmin sunbae, Kyu..Kyuhyun sunbae.” terdengar nada aneh saat menyebutkan nama terakhir. Kemudian Seohyun kembali membungkuk dan segera berlalu meninggalkan kedua pria itu.

“Jangan melihatnya seperti itu.” ujar Sungmin menggerakan tangannya cepat didepan wajah temannya yang masih meperhatikan punggung  gadis cantik yang semakin lama semakin jauh meninggalkan mereka.

“Cantik sekali…” puji Kyuhyun memandang tangan kanannya yang tadi digunakan mereka untuk berjabatan.

“Memang… semua orang tau itu. Sudah lupakanlah, ayo aku ingin mengenalkanmu pada teman-temanku yang lain, mereka sudah menunggu.” ajak Sungmin melanjutkan langkahnya. Kyuhyun masih terpaku ditempatnya. Tanpa sadar tangannya kini menutup bagian dada sebelah kirinya.

“Ada yang berdetak disini…cepat sekali…” ucapnya dalam hati.

—TBC—

kalo yang komen banyak, aku janji bakal nge-post secepatnya..

105 thoughts on “Remember Me (Part. 1)

  1. Itu tandanya kyupa suka ma seohyun.tp sayang seohyun dah punya namja chinggu,kyupa amnesia kenapa?kecelakaan kah?

  2. Yah awalnya yonghwa sama seo terus tapi entar sini2 SeoKyu kan hahaha . Aigoo seo sampe segitunya ngeliat kyu kasihan aa umin ketimpa buku gede2 -_- . Cie cie cinta pandangan pertamanya SeoKyu ^^ . Mianhe aku member baru🙂 jadi baru bisa comment

  3. masih blum ngerti nich critanya tpi menarik kok bkin pnasaran apa ada hbungannya seokyu masa kecil?lanjut..lanjut..

  4. Wow…

    Well, aku ga nyalahin Seohyun sih kalo ngomong kaya gitu. Maksudku, siapa yang ga akan ‘terpaku’ kalau lihat Kyuhyun? Aaaahh…

    Eonnie, aku baca next part yah…

  5. annyeong q pndatang bru😀
    klo sdkt rwel gk pa2 ya..
    sdkt gk rla klo seohyun udh pna pcr,apa lg pcrnya yongwha,kyuhyun lngsung jtuh cnta noh ma seohyun❤

  6. aaaaaa keren bngt
    seo pacaran sama yonghwa terus kyu kayaknya udah langsung suka aja sama seohyun
    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  7. Annyeong… Aku readers baru disini.. Salam kenall… Ngubrak ngabrik cari ff yang sama sekali belum pernah kebaca… Daan akhirnya ketemuu…

    Izin baca nde…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s