My Mistake (17+) Part. 3 (End)


Link-link part sebelumnya
Part. 1

Part. 2

Author : Chiputris (@chiputris)

Rating : NC 17+

Lenght : Series

Genre : Romance

Cast : Yoochun DBSK, Jung Hyun Ri

Disclaimer : ff ini dijamin 100000% karangan asli ku lhoo.. yoochun punya Tuhan.. Hyunri punya penciptanya *nunjuk diri sendiri*
Note
: ff ini dibuat berdasarkan kegalauan aku yang lagi naksir ade kelas *curcol ngga penting. Jadi mohon di maaf kan kalo sedikit galau *plak. Banyak yang bilang part 1 2 kependekan.. >o< maka dengan seluruh jiwa raga dan tumpah darah indonesia *lebaiakut aku membuat part 3 ini panjang. Sedikit si.. hehehe.. *plak.
TERIMA KASIH BANYAK buat readers yang bersedia komen di ff ku. Tahukah kalian bahwa komen kalian itu amat sangat penting bagikuu >_< *hughugReaders.

jika menemukan ff ini dengan judul yang sama maupun tak samadan juga tentunya isi yang sama, jangan mengira aku plagiator. karna ff ini aku post di berbagai macam blog. demi ayam tetangga, aku bersumpah ini ff punyaku. hehehe..

WAJIB RLC!! READ, LIKE, & COMMENT! Yang ngga komen tak klitikin pake celurit (?)

Selamat membaca^^

Review Part 2

Berhari-hari aku berpikir untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Yoochun & akhirnya tepat aku memilih waktunya. Kebetulan Yoochun mengajakku dinner di restoran XXX, jadi aku pikir hari itu adalah hari yang tepat.

***

Part 3

*Yoochun P.O.V

“Senangnya sebentar lagi aku bisa melamar nuna ku tersayang.” ujarku sambil memegang erat sekotak cincin yang sudah ku persiapkan.

*Flash Back

“Waaah.. Apakah itu model baru? Sepertinya aku belum pernah melihatnya. Ckckck benar benar indah..”

Aku heran saat melihat tingkahnya itu. “Waeyo? Ada apa nuna?”

“Itu” aku mengikuti arah telunjuknya. “Apakah kau menyukainya nuna?”

“Ya sepertinya.. Benar benar cantik” ujarnya tanpa melepas pandangannya dari gambar cincin di sebuah majalah.

Aku memperhatikan wajahnya yang masih terpesona menatap cincin itu. Sepertinya agak mahal” wajahnya berubah sedikit kecewa.

“Apa perlu aku belikan??” tanyaku.

“Kau? Membelikan untukku?? Haha.. tak usah dongsaengi.. setelah gajian aku akan langsung membelinya. Hehe..” cengirnya

Dongsaengi?? Apa ia hanya menganggapku sebagai adiknya yang tidak bisa memberi apa apa untuknya?? Aku harus bisa membelikan itu untuknya!

Nuna ku memang agak sedikit gila perhiasan. Sebagai mahasiswa yang belum berpenghasilan, aku memang belum bisa sepenuhnya memenuhi hobi sampingannya itu. Tapi mungkin tabungan ku akan cukup untuk membelikannya.

*Flash Back End

“Pasti ia sangat senang karena aku memberikan cincin yang ia suka” tak sadar aku tersenyum-senyum sendiri saat membayangkan reaksinya.

Akhirnya hari itu tiba. Aku mengenakan setelan jas penyebab kita berjumpa, yaitu saat pakaianku & pakaiannya tertukar di laundry. Dan jas yang kukenakan inilah penyebabnya. Aku mengenang masa itu. Betapa lucunya ia saat itu ketika marah

*Flash Back

“Ya! Bagaimana bisa gaun ku tertukar dengan pakaiannya??!” ia menunjuk nunjuk wajahku dengan kesalnya sambil tetap ngomel-ngomel pada resepsionis di laundry itu.

“Memangnya siapa yang mau menukar pakaianku dengan gaunmu itu??!” ujarku tak kalah sengitnya.

“Bisakah kau cepat menukar baju bodoh ini dengan gaunku??!!” matanya melotot kearah petugas laundry itu. Petugas itu hanya bisa ber-eng-ehm-ria menanggapi lontaran pertanyaan wanita ini yang seperti petasan banting.

Aku merasa tersinggung karena ia menyebut jas-ku sebagai baju bodoh. “YA! Kau ahjumma! Aku juga ingin baju itu cepat kembali ketangan ku. Bukan hanya kau saja! Aiiiissshh.. Jjinja!” amarah ku mulai ketahap selanjutnya.

“MWOOO?!! Apa yang kau katakan barusan??? Ahjumma??!! Aiiiissshh.. Kau itu bocah ingusan memangnya bisa apa? Paling-paling setelah tau jas mu tertukar kemarin, kau langsung menangis ke pelukan ibumu!” ia tertawa menyunggingkan senyum puasnya setelah mengejekku.

“AIIISSSSH!! Kau..”

“Sudah sudah sudah!!” potong si petugas yang dari tadi bingung mengikuti pertengkaran kami berdua.

Singkat cerita, jas ku dan gaunnya kembali pada yang punya.

“Selamat tinggal bocah-ingusan!” ia menjulurkan lidahnya sambil berjalan keluar dari tempat laundry.

“Aiiisssh.. dasar perempuan gila!”

Setelah menyelesaikan urusan di laundry aku pergi makan siang dan berniat pulang ke apartemen ku, setelah berjalan beberapa blok, aku seperti mendengar tangisan seorang wanita.

Alisku bertaut. “Kau yang tadi bukan?” aku melihat wanita yang tadi di laundry sedang terduduk di dekat toko sambil menangis.

Ia menoleh. “Apa kau mau menertawakan aku?” tanyanya masih terisak.

Aku menyunggingkan senyumku, mengingat betapa menyebalkannya wanita ini tadi. Dan sekarang ia berada di hadapan ku sambil menangis. Ckckck.. benar benar pengalaman yang unik.

Kemudian aku mengajaknya pergi kesebuah kedai kopi untuk menenangkan hatinya karena baru saja kecopetan. Biarpun tadi ia sangat menyebalkan, tapi aku sangat tidak tega membiarkan seorang wanita menangis. Walaupun ia lebih tua dariku, kalau dipikir-pikir ia manis juga..

*Flash Back End

Aku jadi senyum senyum sendiri saat mengingat kejadian itu. Langkahku semakin lambat ketika memasuki restoran tempat kita nanti akan bertemu. Jantungku pun berdegup dengan kencangnya.

Akhirnya aku melihatnya. Ia sedang duduk sendiri di salah satu meja. Mengenakan dress press body merah dengan rambut yang tergerai. Betapa cantiknya nuna ku ini.

“Annyeong ..” aku gugup sekali sangat mengatakan itu.

“Rupanya kau sudah datang” ucapnya, yang aku pikir ia tak kalah gugup dengan ku.

“Nuna kau benar benar cantik sekali hari ini. Neomu neomu yepposeo”

“Gumawo dongsaengi” jawabnya dengan senyum yang sangat manis.

“Nuna ada yang ingin aku sampaikan”

“Aku juga”

“Mwo?”

“Eh, rupanya temanmu sudah datang” ujar seorang lelaki berperawakan tinggi & terlihat tampan.

“Siapa dia?” tanyaku heran.

“Di.. di.. di.. dia suamiku. Namanya Jung Yunho” Hyunri nuna menjawabnya sambil menunduk.

“Kenalkan aku Yunho” dia mengulurkan tangannya padaku.

Aku tidak membalas. Rasanya napasku berhenti saat ia mengatakan hal itu. Aku memandang Hyunri nuna. Ia hanya tertunduk, tidak berani menatapku.. aku mencoba mengatur napasku.

“Sejak kapan kau menikah dengannya?” tanyaku sinis tanpa memandang ke arah keduanya.

“Kami menikah sejak 2,5 tahun yang lalu” jawab lelaki itu bangga. Sambil memegang tangan Hyunri nuna dengan erat.

Aku melihat kearah Hyunri nuna. Ia hanya tertunduk.

“Aku kenal Hyunri sudah 1,5 tahun yang lalu. Jadi selama ini..??” aku tersenyum, menertawakan diriku sendiri. Sambil berspekulasi dalam hati.

“Maaf aku tidak bisa lama-lama. Masih banyak pekerjaan. Selamat tinggal” aku membungkuk, berpamitan pada Hyunri nuna & suaminya.

***

*Hyunri P.O.V

Aku hanya bisa tertunduk lesu melihat kepergiannya. Tak sanggup mengejarnya.

Beberapa hari setelah kejadian itu, aku mencoba menghubungi Yoochun. Tapi dia tidak pernah mengangkat telpon atau pun membalas sms-ku. Terakhir ku dengar, ia masuk rumah sakit, dan belum sadar hingga sekarang, itu karna kecanduannya pada rokok. Sehingga paru-paru nya rusak parah.

“Ini pasti salahku! Bodoh! Bodoh! Bodoh! Yoochunie mianeyo”

Aku ingin sekali menjenguknya. Tapi temannya bilang, ia sama sekali tidak mau bertemu denganku. Aku sangat sangat menyesal atas sikapku selama ini. Kenapa aku harus memberinya harapan jika itu tidak mungkin?

Pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi jauh dengan suamiku, melupakan semuanya. Tindakan tindakan bodohku itu. Dan membuka lembaran baru dengan suamiku.

*Yoochun P.O.V

Aku terbangun-terbangun dari tidur lamaku, 4 bulan lamanya. Begitu tersadar, aku teringat Hyunri nuna. Aku membencinya, tapi aku juga sangat merindukannya.

Aku sudah bertanya pada semua temannya dimanakah ia berada sekarang. Tapi tidak seorang pun yang  tahu. Aku tidak bisa mencarinya lebih jauh lagi, karna tubuhku belum sembuh benar.

Setelah 1 tahun berlalu dari kejadian itu & tubuhku sudah sehat benar, aku mulai mencarinya lagi. Aku bertanya lagi pada semua temannya dengan mengunjungi mereka satu per-satu. Sampai akhirnya aku mendapat alamat kakak kandung Hyunri dari seorang temannya.

***

“Tok.. tok.. tok.. tok..”

“Ya sebentar!” suara dari dalam rumah. “Klek.. Ya ada apa ya?” tanya sang tuan rumah.

“Apa benar kau kakak dari Jung Hyunri ?”

“i.. iya ada apa ya?” tanyanya sedikit bingung.

“Aku Yoochun, Park Yoochun. Apakah kau tau dimana Hyunri nuna sekarang berada?”

“Jamsiman yo~” ujar wanita itu masuk ke dalam rumah. Iya sangat mirip dengan Hyunri. Aku jadi semakin merindukannya.

“Ini. Hyunri menitipkan surat untukmu”

Aku senang bukan kepalang menerima surat itu. Tapi wanita itu tidak mengatakan dimana Hyunri berada sekarang, ia hanya menyerahkan surat ini.

***

Sesampainya dirumah aku langsung membaca surat itu.

Aku membukanya dengan perlahan. Aku memastikan apa itu tulisan tangan Hyunri nuna.

Ternyata benar. Itu tulisan tangan Hyunri. Rapih & bagus.

Aku mulai membacanya.

Isi surat:

To: Dongsaeng-ku, Yoochun

Mmmm.. aku tak tahu harus memulainya dari mana. Tapi yang jelas sangat ingin kuucapkan adalah maafkan aku.

Mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo mianeyo…….
mungkin beribu kata maaf yang aku ucapkan juga belum cukup untuk semua kesalahanku.

Dan.. aku juga tidak berharap kau akan memaafkanku.

Karna ku tau salahku ini terlalu besar. Sangat tak termaafkan. Berani sekali aku menipu orang yang sangat aku cintai?!

Aku tersenyum saat membaca kalimat terakhir itu. Lalu aku lanjutkan membaca.

Saat itu aku sedang bertengkar hebat dengan suamiku, dan pergi dari rumah. Dan celakanya aku bertemu dengan orang yang samgat menyebalkan sekaligus menggemaskan sepertimu. Jangan salahkan aku menjadikan mu objek kemarahanku pada waktu itu. Hehehe *kidding.

Kau sangat baik. Mau menolongku yang habis kecopetan dan malah mengajakku minum kopi dan mengantarku pulang. Padahal belum lama aku sudah mengataimu habis habisan. Sekali lagi maafkan nuna-mu yang bodoh ini. Semestinya bukan kau yang jadi dongsaeng, tapi aku. Karena sikapku ini sangat kekanak-kanakan

Saat itu kupikir aku akan bermain-main dengan mu. Kau baik dan… kau juga tampan.
Tapi siapa yang sangka? Aku malah jatuh cinta sungguhan padamu.

Saat pertama kali bertemu, jujur aku terpesona dengan-mu, terlebih dengan sikap-mu padaku. Dan salah satu alasan adalah senyummu itu. Ya, saat kau tersenyum dan menampakkan lesung pipitmu & rona merah di pipimu.

Kau tau? Itulah yang membuat aku jatuh hati padamu saat pertama kali. Dan kau tau? Aku itu sangat tidak bisa marah saat kau berpose seperti itu. Kau ini nakal. Sangat tau kelemahanku.

Tadinya aku tidak mau melanjutkan perasaan ini. Tapi entah takdir atau apa yang selalu mempertemukan kita, sampai kita bisa sedekat ini.

Aku tau perasaan ku ini sangat salah. Mencintai seorang pria disaat sudah punya suami. Benar kata orang. Cinta itu buta. Membutakan ku atas status ku yang sebenarnya masih istri orang. Tapi, pesonamu itulah yang membuat semua yang salah menjadi benar.

Entah bodoh atau idiot aku ini. Bisa bisanya aku dirayu oleh pemuda yang lebih muda dariku 5 tahun.

Menyesal? Ya tentu saja. Mengapa bukan kau yang dipertemukan lebih dulu denganku?

Kalau kau mau tau, aku itu amat sangat mencintaimu. Tapi aku juga sangat mencintai suamiku. Hhhh.. wanita macam apa aku ini?

Aku tidak mau memberitahumu tentang pernikahanku, bukan karna aku tidak ingin. Tapi aku takut melukaimu. Aku mengambil resiko besar dengan menunda-nunda mengatakan hal itu. Semakin hari, aku semakin mencintaimu & semakin tak bisa mengatakannya.

Mianata, hanya itu yang bisa kuucapkan.

Tak terasa pipiku sudah basah oleh air mata. Aku melihat lagi semua tulisan tangan Hyunri nuna. Betapa rindu aku padanya. Aku balik surat itu. Ternyata masih ada lanjutannya. Aku mulai membaca lagi.

Mungkin ketika kau membaca surat ini, aku sudah berada jauh diatas langit. Bertemu dengan Tuhan.

Ternyata aku baru tau kalau aku itu mengidap penyakit kanker getah bening & ketika ku ketahui ternyata sudah stadium akhir. Sedikit miris memang.

Tadinya dokter bilang aku bisa bertahan selama 1 tahun jika aku rutin menjalani terapi. Tapi aku tidak mau hal itu terjadi. Kalau aku bisa hidup selama setahun lagi, aku pasti bertemu denganmu & itu akan membuat hatimu semakin terluka.

Gumawo, untuk hari-hari ku yang kau isi dengan kecerianmu.
Gumawo, untuk senyum malaikat mu itu dan selamanya tak akan pernah aku lupakan
Gumawo, menjadi temanku di saat saat sulitku.

Mianeyo, karna lancang membuatmu mencintaiku.
Mianeyo, karna lancang memberimu harapan palsu.
Mianeyo, karna membiarkan takdir mempertemukan kita.
Mianeyo, karna aku tidak sempat pamit langsung denganmu.

Nuna mu tersayang, Jung Hyunri.

Aku tidak dapat berkata apa-apa.

“HYUNRI BODOH! HYUNRI A~ MIANEYOOOO ..”

~END~

HAYOOO DI KOMEN DI KOMEN!!!

Komen kalian itu sangat berguna untuk ff  gaje ku yang selanjutnya.

Aku cinta readers ku yang suka komen.. Mwuuah :*

Bagi yang ingin memberi masukan lebih lanjut. Silahkan add atau follow aku..

Kekeke.. sampai jumpa di lain waktu..

LOVE U READERS ^^

29 thoughts on “My Mistake (17+) Part. 3 (End)

    • iya waktu bikin author lagi meloww T.T
      hahaha
      sabar ya chingu, masih banyak yang happy ending kok disini ^^

    • haha gue kan drama abis pt.. ini juga udah ditambahin beberapa kelebaian hoho thanks udah baca (lagi) + komen pt-gd😀

  1. hyun ri meninggal?
    chunppa uljima, ada aku disini.
    yunho oppa cuma muncul bentar nih.
    ff disini pendek2 y thor?
    mngkn untuk FF brikut’y bisa sedikit d panjangin, biar cerita’y lbh detail gtu….

    • iya..
      tadinya aku mau pake cast utamanya yunppa. tapi karena image nya kurang pas, dan aku ngga rela kalo my bunny ku ini terekspos, makanya aku ngga pake dia.
      trus cuma nyempilin dia di akhir doang deh
      hehehe

      iya yang my mistake ini emang pendek. tapi yang songsaenim engga deh perasaan. udah 10 page di word lhoo..

  2. Hiks hiks hiks endingx sedih. Pngen akhirx si tokoh utama ma Yoochun (sambil mewek). Tetep daebak ceritax ^^

  3. Hiks hiks hiks =( akhir ceritax sedih. Pngen akhirx si tokoh utama ma Yoochun (sambil mewek). Tetep daebak ceritax ^^

  4. ga nyangka endingnya bakal kek begini😦😀 kirain hyun ri bakal cerai ama suaminya trus nikah ama yoochun😀 ternyata….

  5. sad ending… ToT

    Ape ya thor? Ff’a bgus tapi terkesan terburu-buru…
    Akan lebih dapet feel-nya kalo klimaksnya diperpanjang…

  6. hiks, ending Nah bener2 tag terduga..
    hyunri tryata uda da yg punya, kcian baby chun..
    tp cerita Nah bgus kuq..
    tetap berkarya thor..

  7. Ko nyesek sih unni…
    Nysek’y itu mrk saling cinta walaupun salah klo merk saling jtuh cinta…
    Trus kisah unni sama trgis kaya gni g yg d taksir unni naksir ma unni jg gak??wkkkkkkk V kidinghehe

  8. Waaaahhh,,, nappeun author ;(!! Sumfah,, bener2 daebak, endingnya ga ku kira bakal gini.. Baguuusssssss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s