My Mistake (17+) Part. 2


Link part sebelumnya
Part. 1

Author : Chiputris (@Chiputris)

Rating : NC 17+

Lenght : Series

Genre : Romance

Cast : Yoochun DBSK, Jung Hyun Ri

Disclaimer : ff ini murni punyaku. Yoochun punya nyokapnya.. Hyunri ya punya penciptanya *ngacung tangan

Note : Annyeong, Holla, Hello, Haii pembaca ku yang budiman *prikitiw* !! Aku dengan ff gaje ku telah kembali.. ^^ semoga meniggalkan kesan setelah membaca *asiik bahasanyee!!*

jika menemukan ff ini dengan judul yang sama maupun tak samadan juga tentunya isi yang sama, jangan mengira aku plagiator. karna ff ini aku post di berbagai macam blog. demi ayam tetangga, aku bersumpah ini ff punyaku. hehehe..

WAJIB RLC!! READ, LIKE, & COMMENT! Yang ngga komen tak klitikin pake celurit (?)

Selamat membaca^^

*CEKIDOT

Review Part 1
Seperti tertohok saat aku membaca pesan itu. Ingin sekali aku menemuinya, menjenguknya, & membuatkan bubur untuknya. Tapi aku meyakinkan dalam hati bahwa itu hanya trik-nya semata, agar aku mau menemuinya.

***

Part 2

Beberapa hari kemudian ada pesan yang masuk. Voice mail ternyata.

Aku mendengarkan pesan itu, suara orang berbatuk yang kudengar.

“Hyunri~~ aku tau kau membaca sms-ku, tapi kenapa kau tidak juga menjengukku? Aku benar-benar sakit. Uhuk.. uhuk.. uhuk.. uhuk.. Datanglah kerumah sakit xxx. Bogoshipo~” ucapnya lemah.

Aku terdiam. Tidak sanggup mengeluarkan kata-kata.

Lalu tanpa pikir panjang lagi, aku segera merapihkan barang-barangku & bertolak ke Seoul untuk menemuinya. Aku panik setengah mati saat itu.

“Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak bodoh itu?” pikirku

.

Setelah sampai di rumah sakit, aku langsung mencari kamarnya.

Aku sampai di depan kamarnya.

Aku tidak melanjutkan langkahku. Aku mengecek ke dalam kamar lewat kaca pintu—apakah benar yang didalam itu Yoochun-ku.

Ternyata benar. Seorang pemuda kurus dengan kulit putih pucatnya, terbaring di tempat tidur.

Aku masuk kedalam. Lalu berjalan mendekatinya.

Wajahku tiba-tiba memanas & lalu air mata mengalir di pipi-ku.

Aku mengusap halus tangannya yang pucat. Wajahnya yang tirus. Serta lingkaran hitam di bawah matanya. Rasanya aku ingin berteriak, memaki dan mengutuk diri sendiri, mengingat betapa bodohnya aku bisa berniat untuk meninggalkannya. Yang ternyata ,,, aku tidak bisa tanpanya.

Air mataku semakin deras. Tak sanggup aku menatap wajahnya.

“Wanita apa aku ini? Aku sama sekali tidak pantas untuknya.” ujarku dalam hati.

Aku berjalan menjauhinya. Tapi tiba-tiba tanganku tertahan. Aku menoleh. Ia tersenyum padaku. Senyum yang menjadi favoritku, dengan lesung pipitnya & bibirnya yang merah, senyum yang seperti malaikat.

Tangisku malah menjadi-jadi.

“HUAAAAAAAAAA ….. HUAAAAAAAAAAAA….. HUAAAAAAAA ….”

“Hei, pelankan sedikit suara mu nuna. Banyak orang yang nanti akan terganggu. Lagi pula kau bukan di umur untuk menangis seperti itu”

“Apa kau menghina ku? Kau jahat sekali padaku .. Hikss .. Hikss.. Hikss..” aku memukul-mukul tubuhnya.

“Hei.. hei.. hei.. bukankah sebaliknya kau yang jahat padaku?” ia menangkap tanganku yang memukul-mukulnya dan memegangnya lembut.

“Hiks.. hiks.. Mianeyooo”

Dia hanya membalas dengan senyum.

“Kenapa makananmu belum dimakan? Bagaimana bisa sembuh kalau begini? Hiks.. hiks..” tanyaku mengalihkan perhatian sesenggukkan.

“Tapi aku lebih suka masakanmu nuna.” wajahnya memelas.

“Ya! Tapi bagaimana bisa aku membuatkan makanan untukmu dirumah sakit? Sudahlah makan saja seadanya.”

“Tapiii makananan disini tidak enak nunaaa~” ujarnya tak mau kalah.

“Tidak enak??” alis ku bertaut. Apa benar tidak enak? Lalu aku mengambil sendok dan mencicipinya..

“YAAAAKKSSS!” aku hampir memuntahkan makanan itu lagi.

“Bagaimana bisa rumah sakit membuat makanan yang rasanya seperti kaus kaki itu??!!!!” omelku.

Yoochun tertawa geli melihat tingkahku.

“Benarkan yang aku bilang?” nadanya mengejek.

“Aaaahh.. tapi bagaimana pun kau harus makan!” aku tetap keukeuh.

“Aaah araseo~ Kalau begitu kau yang suapkan. Aaaaa..” ujarnya mengalah sambil membuka mulutnya lebar-lebar.

Segera aku menyuapinya.

.

“Kemana saja nuna selama ini?” tanyanya memecah kesunyian. “Tidak-kah kau rindu pada dongsaeng-mu ini?” tanyanya menggodaku.

Aku yang tidak bisa menjawab pertanyaannya, hanya menyuapkan makanan sebanyak-banyakanya ke mulutnya.

“Yaa! Keuunyapa kau memuappikuu manyakk nyekali?” ujarnya tidak jelas sambil mengunyah (baca: hei kenapa kau menyuapiku banyak sekali?)

Aku tidak berani menjawabnya & menatap matanya. Aku hanya bisa menunduk memainkan nasi yang ada di piring sambil mengigit bibir dan berpikir alasan bodoh apalagi yang akan aku gunakan?!

“Hei kau sedang apa?” Yoochun memandangi wajah ku yang sedang menunduk.

Ia memegang daguku, sejurus kemudian, ciuman yang lama kurindukan sudah mendarat di bibirku.  Aku membalas ciumannya dengan lembut. Tapi lambat-laun aku tersadar bahwa ini tidak benar. Buru-buru aku menjauhkan tubuhnya. Tapi ia malah mendekapku lebih erat. Ciumannya semakin ganas. Aku menerima ciuman ini, tetapi sisi lain hatiku mengatakan tidak.

Sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya.

“Sekarang apa lagi?” tanyanya.

“Kau belum sembuh benar. Jaga kesehatanmu” aku beralasan.

Seperti biasa, ia hanya tersenyum. Senyum yang menjadi favoritku.

***

Hari-hariku berlalu seperti biasa. Yoochun selalu mengisi hariku dengan canda tawanya yang menyegarkan.

“Kenapa berhenti??” aku menoleh setelah sadar ia berhenti berjalan.

“Itu” tunjuknya pada salah satu gaun pengantin di toko.

Aku mengerutkan dahiku. “Kenapa?”

“Pasti akan sangat cantik jika kau yang memakainya.” Ia tersenyum kecil dan sedikit membayangkan.

“Aku??” .. “Kenapa harus aku?” tanyaku heran.

Ia tersenyum. “Aku pikir usia nuna sudah pantas mengenakan itu”

“Kau menghina ku?!” tanyaku sambil memelototinya.

“Apa kau tidak pernah berpikir untuk menikah?” tanyanya tanpa melepaskan pandangannya dari gaun tersebut.

“Menikah??” ujarku pelan.

“Mwo?? Apa kau mengatakan seseuatu?”

“Ah anii~ ayo kita pulang! Udaranya sangat dingin disini.. dan kau bilang tadi kau lapar?”

Aku menarik tangannya. Yoochun hanya bisa menurutiku dengan sedikit kekecewaan di wajahnya.

***

“Kita mau makan apa untuk makan malam?” tanyanya yang menemaniku masak di apartement-nya.

“Yang simpel-simpel aja ya? Aku mau pulang. Masih banyak kerjaan kantor yang menunggu untuk dikerjakan.”

“Ne ^^” jawabnya singkat dengan gaya penurut. Duduk sila di atas kursi makan, sambil memperhatikanku masak.

.

Beberapa menit kemudian.

“Masakan siaaap! ^^ hanya mie ramen yang dapat kumasak dengan singkat” ujarku sambil tersenyum.

“Gwenchana.. apapun akan terasa istimewa bila aku bersamamu ^^”

Aku hanya terdiam mendengar ucapannya itu. Entah aku harus merasa gembira atau sedih mendengarnya.

***

Setelah selesai makan, aku menemaninya sebentar mengerjakan tugas kuliahnya.

“Mmm.. aku pulang ya. Sudah jam 10 malam. Tugasku masih belum selesai di rumah” aku berpamitan padanya yang sedang duduk di sofa mengerjakan tugasnya.

“Rasanya hari ini aku sangat ingin menghabiskan waktuku bersamamu nuna” ujarnya yang menatapku yang sudah bersiap-siap pulang.

“Apakah hari ini dongsaengku sedang manja?” tanyaku sedikit menggoda sambil mendekatinya. “Mmm.. lain kali saja ya, kerjaan kantorku benar-benar banyak sekarang” aku mulai beranjak sambil mengelus kepalanya.

“Aku pul..”

Tiba-tiba tangannya menarikku, mendekapkan tubuhku ke tubuhnya.

“Aku tidak bisa tenang hari ini. Jantungku selalu berdebar saat bersama denganmu nuna. Sarangingayo???.. Mungkin memang aku benar-benar cinta padamu nuna. Kajima.. jangan menjauh dariku” pelukannya semakin erat.

Sedikit sesak dada ini. Tidak tahu apa karna pelukannya yang terlalu erat atau otakku yang tidak dapat menyerap perkataanya barusan. Aku sudah duga ia akan mengatakannya. Tapi aku tidak menduga jika perasaan ku bisa sekacau ini saat ia mengatakannya.

Ia membelai lembut rambutku. Dan mulai menciumku. Semakin lama semakin ganas. Aku membalas ciumannya.  Karena separuh hatiku menginginkannya. Tapi hatiku yang lain tidak.

“Aah! Persetan dengan hatiku yang lain!” pikirku.

***

Paginya aku terbangun dengan silau matahari.

“Apakah sudah pagi?” gumamku sambil mengucek-ucek mata. Kulihat samar-samar seorang lelaki kurus berdiri di depan jendela besar, sambil menikmati minuman hangat favorit pagi harinya, dia Yoochun. Lelaki yang semalam bersamaku. Dia menoleh ke arahku.

“Rupannya nuna ku sudah bangun”

Dia tertawa kecil.

“Apa yang kau tertawakan??”

“Wajahmu sangat lucu, yeppeuda^^”

“Apa aku terlihat cantik dengan rambut singaku ini?” tanyaku sambil memerhatikan rambut ku yang aut-autan.

“Aku sangat menyukai penampilan seorang wanita yang baru bangun tidur. Terlebih yang mengenakan kemeja pria seperti kau ini. Menurutku itu sangat seksi ^^”

“Ada ada saja kau ini”

Kemudian aku mandi & pulang ke apartement ku.

Dalam perjalanan pulang aku mengutuk diriku betapa bodoh atau idiotnya aku ini?? Bisa-bisanya aku terlibat permainan ini sampai 2 kali. Yoochun memang pandai menaklukan hati wanita. Tapi.. aku ini kan lebih tua darinya???? Kenapa aku bisa terbujuk oleh rayuan bocah seperti dia??? YA TUHAAAAN!!

Ini tidak sungguh tidak benar. Aku harus mengakhirinya.

***

Berhari-hari aku berpikir untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Yoochun & akhirnya tepat aku memilih waktunya. Kebetulan Yoochun mengajakku dinner di restoran XXX, jadi aku pikir hari itu adalah hari yang tepat.

___TBC___

Apa kah yang akan Hyunri katakan?? Dan apa reaksi Yoochun??? Berlanjut ke part 3

Bagaimana pembaca setia ku yang cantik dan ganteng ??????? apakah part 2 ini gaje????
KOMEN!! KOMEN!! KOMEN!!! >_<

GUMAWO ^^

21 thoughts on “My Mistake (17+) Part. 2

  1. Ping-balik: My Mistake (17+) Part. 3 (End) « Our Craziest Think

  2. ah, chun ah~
    knp kau menduakanQ #plak gaje.
    aduh hyun ri, mana bisa menolak namja se keren chunppa? dia unrejectable. hohoho….
    love u chunppa

  3. wkwkwkwwkk…malu tpi mauuuu, opsss tpi Q bsa ngerti kok knp hyunri brskap sprti itu da pertntangan btin dhatix…ckckck

  4. wkkkk

    ini ff sbnernya genre nya apa sih? aku baca cuma bisa ketawa aja, lucu bgt gtu byangin tingkah hyunri yg ogah2 tpi mau! kekekeke

    oy, ini ceritanya cuma hyunri POV aja kn?

  5. Huahaha … Hyunri datangggggg kan … Yah walaupun begitu terima voice mail. dr yoochun yg benar2 sakit …

    ​‎​(¬_¬) Jiiªªªªªªªªннн:OX_X®.
    Kok jd malah hyunri yg nangis ? Aigoo kasihan hooch di kasih makanan Rasa Kaos kaki .. YAK hyunri itu yoochun knp di suapin nya ky gitu (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! … Hehe … Jgn blg yoochun mau menikahi hyunri ? Cinta mati ya sama noona ? … Eeeh … Yoochun bkn msh mahasiswa ?

    MWO .. Hyunri mau mengakhiri hub mereka?
    ANDWE …. Jgn ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s